Breaking News
  • Bekasi siapkan 1000 polisi kawal buruh pada May Day
  • Bupati Mojokerto ditetapkan tersangka suap dan gratifikasi
  • Evakuasi pesawat Lion belum selesai, bandara Gorontalo masih ditutup
  • INKA Mulai Kirim "LRT" ke Sumatera Selatan
  • Jokowi Akan Jajaki Ruas Jalan Trans Papua-Papua Barat

INDUSTRI Pemerintah Terus Pacu Pertumbuhan Eksportir Industri Baru 02 May 2018 23:24

Article image
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI)Kemenperin, Ngakan Timur Antara (Foto: Ist)
“Dengan melakukan ekspor secara langsung tersebut, profit pelaku industri akan semakin meningkat, karena selama ini mereka melakukan ekspor melalui trader sebagai pihak ketiga," ungkap Ngakan.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- “Pemerintah terus berupaya melalui berbagai langkah dan kebijakan strategis dalam mendorong pelaku industri nasional untuk semakin meningkatkan ekspor produknya. Hal ini menjadi salah satu kunci utama guna memacu pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, upaya peningkatan jumlah eksportir terutama dari pelaku industri agar mereka dapat melakukan ekspor secara langsung.”

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI), Ngakan Timur Antara di Jakarta, Selasa (1/5/18).

Ngakan menjelaskan bahwa terkait hal itu, Kementerian Perindustrian telah melakukan kegiatan dalam mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas non-fiskal seperti penyelenggaraan pelatihan untuk memacu pengetahuan dan kapasitas pelaku industri nasional. Menurutnya, kebijakan fasilitas non-fiskal ini diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2017 tentang Pembangunan Sarana dan Prasarana Industri.

“Sebagai implementasinya, BPPI Kemenperin melakukan kerja sama melalui MoU dengan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI) Kementerian Perdagangan dalam rangka melaksanakan Workshop Program Peningkatan Ekspor Produk Industri,” paparnya.

Ngakan menyebutkan, lokasi pertama yang dipilih dalam kegiatan workshop tersebut adalah Provinsi Bali sebagai salah satu daerah yang berpotensi mendongkrak nilai ekspor nasional.

“Bali memiliki jumlah industri dan produk yang bervariasi. Maka kegiatan workshop perdana telah dilakukan selama tiga hari, mulai tanggal 11-13 April 2018 di Kota Denpasar dengan mengusung tema ‘Bagaimana Memulai Ekspor’. Beberapa topik yang diangkap meliputi bisnis ekspor, indetifikasi potensi pasar ekspor, pengembangan produk ekspor, biaya dan harga untuk ekspor, hingga latihan kalkulasi harga ekspor,” paparnya.

Ia menyebutkan bahwa dalam pelaksanaan workshop pertama tersebut, sebanyak 30 pelaku industri di daerah provinsi Bali yang ikut berpartisipasi. Peserta ini merupakan pelaku industri dengan beragam produk, mulai dari kerajinan, perhiasan, fesyen, sepatu dan pengolahan kayu.

Ia mengharapkan agar setelah mengikuti workshop tersebut, pelaku industri nasional dapat melakukan ekspor secara langsung atau mampu menumbuhkan eksportir baru.

“Dengan melakukan ekspor secara langsung tersebut, profit pelaku industri akan semakin meningkat, karena selama ini mereka melakukan ekspor melalui trader sebagai pihak ketiga. Ke depan, peluang eksportir baru tersebut akan semakin didorong dengan fasilitas lainnya dari pemerintah melalui pembiayaan ekspor. Pemerintah telah mengalokasikan fasilitas pembiayaan ekspor yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku industri nasional jika melakukan ekspor produk industri dengan tujuan ke kawasan Afrika,” imbuhnya.

Ngakan meyakini bahwa upaya-upaya tersebut mampu memacu kinerja ekspor Indonesia dari sektor industri. Pasalnya, selama ini ekspor dari sektor industri memberikan kontribusi yang besar bagi perekonomian nasional.

“Pada tahun 2017, industri menyumbang sebesar 74,10 persen dalam struktur ekspor Indonesia dengan nilai mencapai USD125,02 miliar, naik 13,14 persen dibanding 2016 sekitar USD109,76 miliar. Seiring dengan peningkatan tersebut, neraca perdagangan produk industri juga terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2014, neraca perdagangan produk industri mengalami defisit sebesar USD4,81 miliar. Sedangkan, tahun 2017, neraca perdagangan mengalami perbaikan sehingga menjadi surplus di angka USD2,87 miliar,” jelasnya.

--- Guche Montero

Komentar