Breaking News

NASIONAL Pemindahan Ibu Kota Negara, Bappenas: Presiden Jokowi Pilih Kalimantan 30 Jul 2019 20:48

Article image
Presiden Jokowi dan rombongan kepresidenan saat mengunjungi salah satu wilayah di Kalimantan. (Foto: Kompas.com)
Untuk itu, Presiden Jokowi telah memilih Pulau Kalimantan sebagai Ibu Kota baru.

SURABAYA, IndonesiaSatu.co-- Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional atau (Bappenas), Bambang Brodjonegoro mengatakan, rencana pemindahan Ibu Kota Negara bukan sesuatu yang baru.

Sebelumnya, wacana pemindahan Ibu Kota Negara telah direncanakan pada era Presiden Soekarno dan Soeharto. Namun, Jokowi, kata Bambang, tidak ingin agar rencana yang telah ada sejak pemerintahan Soekarno ini hanya sekedar wacana saja.

"Presiden Jokowi menginginkan ini bukan hanya wacana, tapi konkret," ujar Bambang pada acara Penyusunan langkah awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Jawa-Bali 2020-2024 bertempat di Hotel Shangri-La, Surabaya, Jawa Timur, Senin (29/7/19) seperti dilansir Kompas.com.

Untuk itu, Presiden Jokowi telah memilih Pulau Kalimantan sebagai Ibu Kota baru. Namun, Bambang masih enggan menyampaikan Provinsi mana di Kalimantan yang dipilih Jokowi.

"Pulaunya Kalimantan. Untuk provinsinya akan diumumkan segera (menyusul)," ujar Bambang.

Bambang mengatakan, kesenjangan ekonomi antara Pulau Jawa dan di luar Pulau Jawa menjadi salah satu alasan pemindahan Ibu Kota Negara.

Ia menilai, selama ini kegiatan ekonomi terpusat di pulau Jawa sehingga pulau tersebut menjadi sangat padat dan mengakibatkan kesenjangan ekonomi di luar pulau Jawa.

Saat ini, terdapat dua lokasi yang menjadi kandidat kuat ibukota baru yaitu di kawasan Bukit Soeharto, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur serta Kabupaten Gunung Mas di Kalimantan Tengah.

Jokowi sempat membandingkan antara Bukit Soeharto dan Gunung Mas. Menurut Jokowi, kelebihan Gunung Mas adalah luas wilayahnya.

Jokowi menyebut, dengan luas daerah tersebut, Gunung Mas siap menjadi Ibu Kota. Namun, Jokowi menyoroti masalah infrastruktur di wilayah ini.

Jokowi juga sempat menyinggung soal Presiden pertama RI, Soekarno yang dulu memilih Kalimantan Tengah sebagai Ibu Kota baru. Jokowi mengatakan, Soekarno memilih Kalteng pasti memiliki sejumlah alasan khusus.

Mengutip dari Antara, Jokowi menyebut Balikpapan memiliki kesiapan dari segi infrastruktur.

Namun, dari pernyataan Jokowi yang dikutip dari website Sekretariat Kabinet RI, salah satu kekurangan di Balikpapan yakni kadar airnya asin dan juga masih rawan dengan bencana banjir.

Diperkirakan, untuk membangun Ibu Kota baru yang rencananya akan seluas 40.000 hektare, pemerintah memerlukan dana hingga 33 miliar Dollar AS atau senilai Rp 446 triliun.

Diumumkan Agustus

Presiden Jokowi berjanji akan menyampaikan secara resmi tempat pemindahan Ibu Kota pada Agustus 2019 mendatang.

“Iya, kan memang sudah dari dulu saya sampaikan pindah ke Kalimantan. Nah, Kalimantannya yang mana, itu yang belum. Nanti kita sampaikan Agustus,” kata Presiden Jokowi usai mengunjungi kawasan wisata The Kaldera Toba Nomadic Escape, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, Selasa (30/7/19).

Kepala Negara menegaskan, pemerintah tidak ingin tergesa-gesa dalam masalah pemindahan Ibu Kota negara tersebut.

“Saya kira kalau sudah rampung, sudah tuntas, detailnya sudah dipaparkan, untuk kajian kebencanaan seperti apa, kajian mengenai air, kajian mengenai keekonomian, kajian mengenai demografinya, masalah sosial politiknya, pertahanan keamanan, semuanya karena memang harus komplit,” jelas Presiden Jokowi.

--- Guche Montero

Komentar