Breaking News

LINGKUNGAN HIDUP Pemkab Landak Raih Penghargaan Program Kampung Iklim dari Kementerian LHK 10 Oct 2019 10:11

Article image
Bupati Landak, dr. Karolin Margaret Natasa. (Foto: Dok. Sekab Landak)
"Kita berharap, agar penghargaan ini dapat memberikan manfaat dalam menjaga kelestarian lingkungan di Kabupaten Landak," tandas Bupati Karolin.

LANDAK, IndonesiaSatu.co-- Pemerintah Kabupaten Landak berhasil mendapatkan penghargaan sertifikat Program Kampung Iklim (Proklim) dalam acara Festival Iklim 2019 yang diselenggarakan oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Jakarta, Rabu (2/10/19).

Dilansir dari laman Kabupaten Landak, penghargaan sertifikat ini diberikan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar sebagai bentuk apresiasi dan mitigasi perubahan iklim di daerah yang telah melewati proses verifikasi dan validasi panjang.

Dijelaskan, Program Kampung Iklim (Proklim) merupakan program berlingkup nasional yang dikelola oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam rangka meningkatkan keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan lain untuk melakukan penguatan kapasitas adaptasi terhadap dampak perubahan iklim dan penurunan emisi GRK.

Proklim ini juga sebagai wujud pengakuan terhadap upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang telah dilakukan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan di tingkat lokal sesuai dengan kondisi wilayah.

Kepala Bidang Pengendalian, Pencemaran dan Kerusakan lingkungan hidup Kabupaten Landak, Elly Kornelia menyampaikan bahwa saat ini sudah ada beberapa desa yang sudah terdaftar pada tahun 2019 di Kabupaten Landak.

"Ada empat desa yang sudah terdaftar di Sistem Registri Nasional (SRN) pada tahun 2019, yaitu Desa Bentiang Mandomong, Desa Tenguwe, Desa Parek Kecamatan Air Besar dan Desa Kumpang Tengah kecamatan Sebangki," ungkap Elly Kornelia kepada Tim Media Center di Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Landak, Selasa (8/10/19).

Elly Kornelia juga mengungkapkan bahwa pendaftaran desa Proklim tersebut akan dilakukan validasi serta diverifikasi oleh Balai Pengendalian Perubahan Iklim, Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Kalimantan.

Elly menerangkan, pendaftaran desa Proklim ini melalui Sistem Registri Nasional (SRN), kemudian dilakukan validasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan lahan Wilayah Kalimantan.

"Nantinya, dari hasil validasi menilai keempat desa tersebut masuk dalam daftar desa yang diverifikasi lapangan yang dilakukan oleh Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan lahan Wilayah Kalimantan," terangnya.

Ia menambahkan, ke depannya pembinaan yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Landak akan menargetkan desa Proklim sebagai desa prioritas.

"Pembinaan oleh Pemkab ke depannya menjadikan desa Proklim sebagai desa yang diutamakan dalam mengembangkan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim melalui program yang ada, baik di Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Landak maupun OPD yang terkait," jelas Elly Kornelia.

Sementara Bupati Landak, dr. Karolin Margret Natasa mengatakan sangat mengapreasi dan sangat berterima kasih atas penghargaan yang diraih oleh pemerintah Kabupaten Landak yg diberikan oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

"Saya atas nama pemerintah Kabupaten Landak sangat bersyukur atas penghargaan sertifikat Program Kampung Iklim (Proklim) yang telah diraih oleh Desa Bentiang Mandomong, Desa Tenguwe, Desa Parek, Desa Kumpang Tengah Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat yang diberikan oleh Kementrian LHK. Kita berharap, agar penghargaan ini dapat memberikan manfaat dalam menjaga kelestarian lingkungan di Kabupaten Landak," tandas Karolin.

--- Guche Montero

Komentar