Breaking News

REGIONAL Pemprov NTT Raih Opini WTP, Gubernur Viktor: Tidak Ada Hal yang Luar Biasa 27 May 2019 21:59

Article image
Halaman Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. (Foto: detik.com)
“Tidak ada hal yang luar biasa dan hebat. Intinya masyarakat NTT bisa menikmati kesejahteraan serta kemajuan pembangunan,” kata Viktor.

KUPANG, IndonesiaSatu.co-- Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) bagi Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) atas pengelolaan keuangan Tahun Anggaran (TA) 2018. 

Pengahargaan opini WTP bagi Pemprov NTT
merupakan yang keempat kali diraih.

Namun BPK tetap memberikan sejumlah catatan, di antaranya ditemukan adanya denda keterlambatan penyelesaian atas dua pekerjaan pada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) senilai Rp 2,56 miliar dan pembayaran tidak sesuai presentasi kerja sebesar Rp14,95 miliar.

“Ada beberapa permasalahan yang harus menjadi perhatian pemerintah NTT, di antaranya denda keterlambatan pekerjaan proyek dan pembayaran tak sesuai presentase kerja,” kata Staf ahli bidang manajemen resiko, Bernadus Dwita Pradana, Senin (27/5/19).

Melansir NTTTerkini.com, LHPK itu diserahkan langsung kepada Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno yang disaksikan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat.

Selain dua pekerjaan tersebut, BPK juga menemukan penatausahaan aset personil, sarana prasarana dan dokumen yang belum tertib serta kesalahan penganggaran belanja modal dan belanja barang sebesar Rp 247,76 miliar.

Meski demikian, permasalahan itu tidak bersifat material atau tidak mempengaruhi kewajaran LKPD 2018, sehingga BPK tetap memberikan opini WTP.

BPK RI berharap agar emerintah NTT dapat mempertahankan opini WTP di masa mendatang dan menjadi motivasi sehingga dapat mendorong pemerintah kabupaten/kota di NTT untuk juga memperoleh opini WTP.

“Senantiasa menggunakan sejumlah besar keuangan daerah untuk mencapai kesejahteraan masyarakat," harap Pradana.

Gubernur NTT, Viktor Laiskodat menilai opini WTP yang diterima ini sebagai hal yang biasa di pemerintahan. Menurut Gubernur, yang paling penting yakni kesejahteraan dan pembangunan bagi masyarakat.

“Tidak ada hal yang luar biasa dan hebat. Intinya masyarakat NTT bisa menikmati kesejahteraan serta kemajuan pembangunan,” kata Viktor.

 

 

--- Guche Montero

Komentar