Breaking News

EKONOMI Pemprov NTT Tandatangani Perjanjian Pinjaman dengan PT SMI 28 Aug 2020 11:05

Article image
Wagub NTT, Josef A. Nae Soi saat menandatangani Perjanjian Pinjaman Daerah dengan PT SMI. (Foto: Biro Humas Setda NTT)
"Untuk membangun NTT, tidak bisa hanya bergantung pada dana transfer pusat, baik dalam bentuk DAU maupun DAK. Terima kasih kepada Kementerian Keuangan dan PT SMI karena telah mengabulkan permohonan kami," ungkap Nae Soi.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) resmi menandatangani Perjanjian Pinjaman Daerah senilai Rp 189,7 miliar dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) yang berlangsung di Kantor Pusat PT SMI, Jakarta Pusat, Senin (24/8/2020).

Penandatangan secara langsung oleh Wakil Gubernur NTT, Josef A. Nae Soi itu sebagai lanjutan setelah sebelumnya Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dan Direktur Utama (Dirut) PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI),  Edwin Syahruzad, menandatangani secara virtual Perjanjian Pinjaman Daerah antara Pemerintah Provinsi  NTT dengan PT SMI, Rabu (5/8/20) lalu.

Bersama Dirut PT SMI, Wagub  Nae Soi menandatangani dokumen bersama Perjanjian Pinjaman Daerah tersebut sekaligus membereskan berkas-berkas untuk penyaluran pinjaman dari PT SMI sebesar Rp 189,7 miliar.

Adapun pinjaman Daerah Pemprov NTT dari PT SMI itu digunakan untuk dua fasilitas pembiayaan; yakni fasilitas pertama untuk pembangunan 7 ruas jalan provinsi senilai Rp 66 miliar dan fasilitas kedua juga untuk pembangunan 9  ruas jalan provinsi sebesar Rp 123,7 miliar.

Pembangunan ruas jalan ini tersebar di pulau-pulau di NTT dengan panjang sekitar 189 kilometer.

Dilansir dari siaran biro humas setda NTT, Wagub Nae Soi menyampaikan  apresiasi  yang tinggi kepada PT SMI atas terkabulnya permohonan bantuan pinjaman daerah itu.

"Untuk membangun NTT, tidak bisa hanya bergantung pada dana transfer pusat, baik dalam bentuk DAU maupun DAK. Terima kasih kepada Kementerian Keuangan dan PT SMI karena telah mengabulkan permohonan kami," ungkap Nae Soi.

Politisi Partai Golkar itu menjelaskan bahwa panjang jalan provinsi di seluruh kabupaten/kota di NTT sekitar 2.600-an kilometer dan sebagian besar dalam keadaan rusak berat dan ringan. 

"Tidak mungkin kami hanya bergantung pada dana transfer untuk membereskan ini. Belum lagi untuk bangun infrastruktur lainnya seperti embung, air dan lain sebagainya. Juga untuk pengembangan pertanian, peternakan, perikanan dan kelautan serta sektor lainnya," kata Nae Soi.

Lebih lanjut Nae Soi menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTT mengajukan permohonan pinjaman kepada PT SMI senilai Rp  1,5 triliun untuk enam sektor; yakni infrastruktur jalan, pengembangan perikanan, peternakan, pertanian, kehutanan dan penanaman porang.

"Kami berharap setelah pencairan pinjaman tahap pertama ini akan segera diikuti dengan (pencairan) tahap berikutnya. Apalagi kami senantiasa dipermudah dan didampingi oleh tim dari SMI untuk pengurusan administrasinya," ujarnya.

Sementara itu, Dirut PT SMI, Edwin Syahruzad, mengapresiasi Pemerintah Provinsi NTT atas keberanian melakukan pinjaman untuk pembiayaan infrastruktur.

Edwin mengaku Pemerintah Provinsi NTT juga telah membuka diri untuk membangun komunikasi yang intensif sehingga pencairan pinjaman tahap pertama dapat berjalan dengan baik.

"Baguslah kita sudah bisa merealisasikan pinjaman tahap pertama ini. Dengan masih adanya relaksasi dan signifikansi untuk proses peminjaman daerah, kami berharap tim dari Pemerintah Provinsi NTT dapat mempersiapkan segala administrasinya secara lebih awal untuk pinjaman tahap berikutnya," harap Edwin.

Turut hadir pada kesempatan tersebut dari yakni Direktur Pembiayaan dan Investasi PT SMI, Sylvi J. Gani; Direktur Operasional dan Keuangan PT SMI, Darwin Trisna Djajawinata; Komisaris Utama Bank NTT, Juvenile Jodjana; Staf Khusus Bidang Politik dan Pemerintahan, Imanuel Blegur; dan Kaban Keuangan NTT, Zacharias Moruk.

--- Guche Montero

Komentar