Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

PENDIDIKAN Pemprov NTT Teken Kerjasama Program Inovasi Pendidikan 21 Feb 2018 23:43

Article image
Kadis Pendidikan Sumba Timur, Yusuf Waluwanja (kiri) dan Comunication Manager Program Iovasi, Stephanie Carter (Foto: Ist)
“Hingga saat ini, masih ada guru honor di Kabupaten Sumba Timur, NTT yang menerima honor Rp 50.000 per bulan. Mereka adalah guru honorer di sekolah yang dibiayai dari dana Biaya Operasional Sekolah (BOS)," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Tim

WAINGAPU, IndonesiaSatu.co-- Guna mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan upaya memperbaiki berbagai persoalan seputar pendidikan, pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak Juli 2017 meneken kerjasama dengan pemerintah Australia melalui program Inovasi. Bentuk kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman/ memorandum of understanding (MoU) yang terjadi sejak November 2017 silam. Kerjasama ini berlaku hingga 2019 mendatang.

Communication Manager dari Program Inovasi, Stephanie Carter mengatakan, program ini sedang berjalan di empat Kabupaten di Pulau Sumba, NTT. Ia menegaskan bahwa program Inovasi ini focus pada bidang pendidikan yang dibiayai oleh pemerintah Australia bekerja sama dengan pemerintah Provinsi NTT.

“Program inovasi ini bertujuan untuk menemukan persoalan-persoalan yang berkaitan dengan masalah pendidikan terutama kesulitan yang dihadapi para guru maupun siswa yang ada di NTT. Program ini sedang berjalan di wilayah Sumba,” ungkap Carter saat menjelaskan program Inovasi di Waingapu, Sumba Timur, Selasa (20/2/18).

Dengan durasi kerjasama hingga 2019 mendatang, Ia mengharpakan agar program ini dapat dioptimalkan oleh Pemprov NTT maupun pemerintah daerah (pemda) guna meningkatkan komptensi dan kualitas pendidikan termasuk para guru dan para siswa.

“Diharapkan agar melalui program Inovasi ini, semua pihak baik pemerintah, swasta, dan masyarakat, bersama-sama meningkatan kompentesi dankualitas pendidiakan termasuk jaminan pendidikan bagi para guru dan peserta didik dalam menunjang keberhasilan dan standar pendidikan di setiap daerah,” lanjutnya

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Timur, Yusuf Waluwanja menuturkan bahwa program kerjasama ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi pendidikan di Sumba terutama taraf hidup para guru tenaga honorer yang hingga saat ini masih menerima honor Rp 50.000 per bulan.

“Hingga saat ini, masih ada guru honor di Kabupaten Sumba Timur, NTT yang menerima honor Rp 50.000 per bulan. Mereka adalah guru honorer di sekolah yang dibiayai dari dana Biaya Operasional Sekolah (BOS)," ujar Yusuf.

Dengan kondisi seperti itu, Ia menilai, para guru kesulitan untuk membiayai hidup mereka sehari-hari.

“Dengan honor sebesar itu per bulan, tentu sangat disayangkan karena mereka sungguh berjuang untuk pendidikan. Namun saat ini, pemerintah desa setempat telah memberikan gaji tambahan dengan menggunakan dana alokasi desa. Jadi, sekarang tenaga guru dengan honor minim, mungkin hanya beberapa orang saja. Namun hal ini harus menjadi perhatian bersama semua pihak terkait segala hal yang berkaitan dengan lembaga pendidikan termasuk tunjangan bagi tenaga guru honorer," tutur Yusuf.

Selain persoalan honor yang masih sangat minim, beberapa kendala yang dihadapi pemerintah daerah setempat yakni jarak tempuh siswa dari rumah ke sekolah yang mencapai tujuh kilometer.

"Kesulitan lain yakni soal jarak tempuh bagi para siswa yang sangat jauh dari sekolah. Kami mengharapkan agar melalui program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia ini, berbagai persoalan yang berkaitan dengan pendidikan di Sumba Timur bisa dibenahi dan mampu memberi solusi lewat program dan kebijakan pemerintah daerah," harapnya.

--- Guche Montero

Komentar