Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

GAYA HIDUP Peneliti: Memori Otak Lebih Kuat Tersimpan Saat Hening 07 May 2018 21:42

Article image
Foto: Ilustrasi Berpikir
"Keheningan membuat pikiran dan memori otak dalam kondisi kondusif dan reaktivasi otomatis otak dalam mengingat," ungkap pemimpin studi, Michael Craig.

SKOTLANDIA, IndonesiaSatu.co-- Memori otak memiliki peran vital dalam menyimpan setiap peristiwa atau sesuatu (ingatan) yang terjadi pada masa lampau. Namun, terkadang semakin seseorang mencoba mengingat sesuatu, semakin jauh ingatan itu untuk dijangkau.

Para peneliti dari Universitas Heriot-Watt di Edinburgh, Skotlandia, dalam suatu penelitian menemukan hubungan antara kekuatan memori otak dalam mengingat sesuatu dengan kondisi di mana memori asli terbentuk.

Studi yang diterbitkan dalam Scientific Reports, berusaha menentukan apakah momen segera setelah kejadian dapat memengaruhi kualitas memori yang terbentuk darinya. Para peneliti kemudian menemukan, lingkungan yang tenang berkontribusi pada retensi memori yang jauh lebih baik daripada apa pun.

“Keheningan benar-benar membantu membangkitkan memori dan memperkuatnya, memungkinkan mengingat sesuatu secara detail pada suatu waktu. Keheningan membuat pikiran dan memori otak dalam kondisi kondusif dan reaktivasi otomatis otak dalam mengingat," ungkap pemimpin studi, Michael Craig.

Kendati demikian, Craig mengatakan bahwa para peneliti sendiri tidak dapat memastikan bagaimana cara kerja penguatan memori ini.

“Apakah istirahat dengan suasana tenang memungkinkan kita menyimpan lebih banyak informasi, atau apakah itu juga membantu kita mempertahankan ingatan yang lebih rinci,” katanya.

Untuk menguji teori mereka, para peneliti kemudian melakukan penelitian dengan membangun tes ingatan dari awal. Tes ini dirancang tidak hanya untuk mengukur seberapa baik memori disimpan di otak seseorang, melainkan juga seberapa rinci memori itu sendiri sebenarnya.

“Saat hening dan waktu istirahat yang tenang memungkinkan kondisi otak jauh lebih tajam untuk mengingatnya kemudian. Hal ini menunjukkan bahwa memori itu disimpan lebih detail daripada saat sesorang melakukan aktivitas. Memori otak jauh lebih kuat dan efektif saat hening,” demikian  hasil penelitian.

--- Guche Montero

Komentar