Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

HUKUM Penembakan Tol Cipali, Jenderal Tito: Hidup Atau Mati Harus Tertangkap 01 Sep 2018 12:48

Article image
Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian. (Foto: Geotimes)
Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menegaskan, Polri bakal habis-habisan mengejar tiga pelaku. Bahkan, Tito memerintahkan untuk menangkap pelaku hidup atau mati.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Kepolisian tidak main-main menyikapi tragedy penembakan terhadap anggota polantas di Tol Cipali, Cirebon, Jawa Barat beberapa waktu lalu. Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian meminta jajarannya untuk segera menangkap tiga pelaku hidup atau mati.

Sejauh ini, Polri telah menerjunkan 100 personel, khusus untuk mengejar pelaku yang merupakan bagian dari kelompok Jemaah Anshorut Daulah (JAD).

“Saya sudah kerahkan mungkin lebih dari 100 anggota mengejar pelaku. Rumahnya kami tahu, keluarga sudah terpetakan semua," ujar Tito di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (31/8/2018).

Tito memaparkan, usai aksi penembakan itu, ada dua pelaku sempat berobat ke RS Slawi karena tertembak oleh anggota. Dari keterangan dokter, pelaku mengalami luka tembak cukup parah.

"Darahnya juga banyak keluar kena di bagian perut dan kemudian tensinya saat itu sudah drop ke-72. Mungkin juga sudah meninggal kami enggak tahu," katanya seperti dikutip JPNN.

Jenderal bintang empat ini pun menegaskan, Polri bakal habis-habisan mengejar tiga pelaku. Bahkan, Tito memerintahkan untuk menangkap pelaku hidup atau mati.

"Kami akan mengejar yang bersangkutan all out. Lebih dari 100 anggota pengejaran. Kami enggak akan mengambil risiko, yang bersangkutan hidup atau mati harus tertangkap," katanya.

 

Jemaah Ansharut Daulah

Sebelumnya diberitakan, Polri telah mengantongi tiga identitas lelaki yang menembak dua anggota polantas dari Polda Jawa Barat di kilometer 224 Tol Cipali, Cirebon beberapa waktu lalu.

Menurut Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto, dari pendalaman anggota, pelaku dipastikan bagian dari kelompok teror Jemaah Ansharut Daulah (JAD) yang dipimpin Oman Rachman alias Aman Abdurrahman.

“Tim Densus 88 Antiteror sudah mendapati identitas para pelaku. Saat ini pengejaran masih kami lakukan terhadap pelaku yang sudah dideteksi dari kelompok teroris JAD,” kata dia, Kamis (30/8/2018).

Menurut dia, akibat dari tembakan pelaku, Aiptu Dodon yang sempat dirawat di rumah sakit akhirnya meninggal dunia.

“Setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, yang bersangkutan meninggal,” sambung Setyo.

Saat ini, sisa Aiptu Widi yang masih dirawat. Menurut Setyo, keadaan Aiptu Widi berangsur-angsur membaik.

"Polri kembali berduka, karena ada satu anggota kami yang gugur setelah insiden itu. Satu lagi masih dalam perawatan intensif. Kami akan terus mengejar para pelaku ini," tandas jenderal bintang dua ini.

--- Simon Leya

Komentar