Breaking News

MAKRO Penerimaan Pajak Januari 2019 Lebih Baik dari 2018 20 Feb 2019 13:45

Article image
Menkeu memaparkan capaian APBN Kita di Aula Mezzanine, Jakarta Selasa, (20/2). (Foto: ist)
Menteri keuangan RI melaporkan penerimaan negara dari pajak per Januari 2019 sebesar Rp 86 triliun atau tumbuh 8,82 persen dibandingkan periode yang sama tahun yang lalu yakni sebesar Rp 79 triliun.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Kementerian Keuangan Republik Indonesia mencatat penerimaan negara melalui pajak per Januari 2019 sebesar Rp89,76 triliun. Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers APBN Kita di Jakarta menyatakan, penerimaan pajak tersebut juga turut memberikan kontribusi penerimaan negara pada tahun 2019 yang terealisasikan sebesar Rp108.8 Triliun.

"Selama bulan Januari 2019, realisasi penerimaan pajak mencapai Rp86 triliun atau 5,45 persen dibandingkan dengan target yang ditetapkan APBN tahun 2019, tumbuh sebesar 8,82 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2018,"papar Menkeu di Aula Mezzanine, Jakarta Selasa, (20/2).

Dalam paparannya juga Sri Mulyani melaporkan pertumbuhan pajak tersebut terdiri dari PPh migas sebesar Rp 6,3 triliun atau tumbuh 38,2 persen. Kemudian pajak non migas Rp 79,7 triliun tumbuh 7 persen dari realisasi tahun lalu. Bila dirinci, pajak non migas ini terdiri dari PPh non migas, Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak bumi dan bangunan hingga pajak lainnya.

Realisasi PPh non migas tercatat meningkat dari tahun lalu yang sebesar Rp41,9 triliun menjadi Rp49,8 triliun atau meningkat sebesar sebesar 19,1 persen. "Jumlah pertumbuhan ini tergolong kuat, tahun lalu juga kuat yaitu 15.3 persen. Ini merupakan peningkatan yang sangat positif,"kata Sri Mulyani.

Tidak seperti PPH yang mengalami pertumuhan positif, penerimaan pajak yangg bersumber dari PPN dan PPnBm tumbuh negatif sebesar -9.40 persen yoy dari Rp 32,2 triliun di Januari 2018 menjadi Rp29,3 triliun di periode yang sama tahun 2019. "Tahun ini turun karena ada restitusi makanya mengalami penurunan. Tahun lalu kan tidak ada makanya tahun ini ada penurunan,"imbuhnya.

Penerimaan pajak bumi dan bangunan tumbuh sangat signifikan yakni 230,7 persen dari periode yang sama tahun lalu. Namun, persentase penerimaannya tak signifikan terhadap penerimaan pajak, dimana realisasinya hanya mencapai Rp82 miliar.

--- Sandy Romualdus

Komentar