Breaking News

POLITIK Pengamat: Belum Saatnya Ahok Kembali ke Politik 25 Jan 2019 07:42

Article image
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengurus administrasi pembebasan dirinya di Mako Brimob. (Foto: Ist)
Selama pembelahan di masyarakat masih menguat terkait kontroversi kasus penistaan agama olehnya pada Pilkada 2017 lalu, belum tepat bagi Ahok untuk kembali ke gelanggang politik.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) belum tepat waktunya untuk masuk kembali ke politik. Meskipun, Hendri yakin, Ahok akan menguntungkan bagi parpol tempat dia bergabung nantinya.

"Kalau kemudian dia masuk ke parpol dia akan menguntungkan parpol itu, tapi nanti itu setelah residu 2017 selesai, mudah-mudahan nanti siapa pun presiden terpilih 2019 bisa mengembalikan toleransi dan persatuan serta menghilangkan pengkotakan-kotakan di Indonesia," kata Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio, Kamis (24/1/2019).

Menurut Hendri, selama pembelahan di masyarakat masih menguat terkait kontroversi kasus penistaan agama olehnya pada Pilkada 2017 lalu, belum tepat bagi Ahok untuk kembali ke gelanggang politik. Kecuali, jika pemerintah telah mampu mengurangi pembelahan yang terjadi di masyarakat saat ini.

"Menurut saya selama pemerintah belum bisa menyelesaikan residu (sisa persoalan) 2017 lalu, waktunya belum tepat untuk Ahok masuk ke politik," ujar Hendri.

Adapun, pengamat politik dari Universitas Gajah Mada Kuskridho Ambardi menyebut Basuki memiliki pengaruh elektoral yang cukup kuat di Pemilu 2019. Itu karena ia memiliki pendukung setia yang cukup banyak.

"Sekitar 43 persen pemilih jakarta dan dia juga punya pendukung di luar Jakarta. BTP pun telah bermetamorfosis menjadi tokoh publik yang suaranya didengarkan oleh pendukungnya," ujar Kuskridho.

Usai bebas, mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berencana menekuni bisnis perminyakan. Selain itu, dia akan menjadi pembawa acara "talk show" setelah bebas dari tahanan pada Januari ini.

Kuasa hukum Ahok, Teguh Samudera menyebutkan rencana bisnis minyak tersebut sudah direncanakan sejak lama.

"Setelah bebas nanti, Pak Ahok kemungkinan akan menekuni bisnis perdagangan minyak seperti yang waktu itu pernah di diskusikan," kata Teguh yang menyebut pihaknya sedang mencari kantor di sekitar Bundaran HI, Selasa (22/1/2019).

Untuk rencana menjadi pembawa acara "talk show", Teguh mengaku kliennya tersebut akan menjalani kontrak dengan salah satu stasiun televisi swasta. Terkait dengan kemungkinan kliennya masuk ke dunia politik, Teguh belum bisa memastikan hal tersebut. Namun hal tersebut tergantung situasi dan kondisi.

"Soal politik, jika sudah pada waktunya dan kembali diperlukan untuk kepentingan nasional, demi bangsa dan negara, beliau tentu akan taat dan tidak akan menolak untuk kembali ke kancah politik," tuturnya.

--- Redem Kono

Komentar