Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

POLITIK Pengamat: Jadikan Mahfud MD Cawapres, Elektabilitas Jokowi Meningkat 11 Jul 2018 12:16

Article image
Petahana Jokowi dan mantan Ketua MK Mahfud MD. (Foto: Ist)
Jokowi membutuhkan sosok calon wakil presiden yang bersih, juga dapat diterima semua pihak.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD dapat mampu meningkatkan elektabilitas petahana Joko Widodo (Jokowi).

Hal ini disampaikan Pengamat politik dari Universitas Al Azhar, Ujang Komarudin, Selasa (10/7/2018).

Menurut Ujang, Jokowi membutuhkan sosok calon wakil presiden yang bersih, juga dapat diterima semua pihak.

"Mahfud MD sangat cocok mendampingi Jokowi karena di tengah parpol saling berebut posisi cawapres, Mahfud adalah figur yang bisa diterima semua pihak," kata Ujang.

Dia mengatakan figur cawapres sangat menentukan karena meskipun elektabilitas Jokowi sangat tinggi, namun kalau salah memilih nama cawapres bisa berakibat fatal.

Menurut dia, sosok Mahfud adalah figur yang bersih karena merupakan aktivis dan intelektual yang berintegritas sehingga dibutuhkan Jokowi untuk meningkatkan elektabilitas.

"Mahfud merupakan figur komplet karena berpengalaman di ranah eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Sebagai Guru Besar Hukum, Mahfud juga selalu menjadi rujukan berbagai masalah, khususnya terkait masalah hukum dan kebangsaan," ujarnya.

Menurut dia, Mahfud juga berlatar belakang santri dan pernah menjadi Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) sehingga mampu diterima berbagai kelompok.

Menurut Ujang, langkah yang harus diambil Jokowi saat ini adalah memilih figur bersih dan bisa meningkatkan elektabilitasnya karena dianggap lebih penting dibandingkan mengedepankan keterwakilan politik.

"Terkait posisi Mahfud dari non-parpol, itu tidak masalah karena kalau sudah dipilih Jokowi maka partai koalisi akan ikut. Hal sama juga pernah terjadi di era Susilo Bambang Yudhoyono yang memilih Boediono, aman saja karena koalisi tidak pecah dan menang mutlak ketika pilpres," katanya.

Ujang menilai Jokowi dan partai pendukungnya bisa saja memilih figur dari luar Jawa sebagai cawapres namun hal itu belum tentu efektif jika tidak bisa menambah elektabilitas Jokowi.

--- Redem Kono

Komentar