Breaking News
  • 12 parpol lama lolos verifikasi faktual
  • 150 ton bahan narkoba asal China gagal masuk ke Indonesia
  • Eropa murka, siap jawab tantangan perang dagang Donald Trump
  • KM Pinang Jaya tenggelam di Laut Jawa akibat cuaca buruk
  • Presiden Jokowi masih pertimbangan Plt Gubernur dari Polri

INTERNASIONAL Pengamat: Kunjungan ke Afganistan Bagian dari Strategi Jokowi Jadi Penengah Konflik Antar Umat Islam di Dunia 26 Jan 2018 13:07

Article image
Konflik di Afganistan. (Foto: BBC)
Azami berpendapat kenetralan posisi Indonesia itu bisa jadi mendorong Taliban memindahkan perwakilan politiknya dari Qatar ke Indonesia.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Afghanistan sebagai bagian dari lawatan dari kunjungan ke kawasan Asia Selatan pada Senin, (29/1/2018) merupakan bagian dari strategi Indonesia sebagai negara dengan penduduk Islam terbesar di dunia untuk menjadi penengah konflik antara umat Islam sendiri, termasuk antara pemerintah Afghanistan dengan kelompok Taliban.

Hal itu diungkapkan pengamat dan editor BBC seksi Afghanistan, Dawood Azami, ketika diminta komentarnya terkait rencana kunjungan Presiden ke Afganistan, Jumat (26/1/2018).

Azami bahkan berpendapat kenetralan posisi Indonesia itu bisa jadi mendorong Taliban memindahkan perwakilan politiknya dari Qatar ke Indonesia.

"Indonesia bisa memainkan peran penengah dalam proses perdamaian di Afghanistan, karena baik pemerintah Afghanistan maupun kelompok oposisi bersenjata Taliban dapat mempercayai Indonesia, yang telah terbukti netral, tidak berpihak, dan tidak terlibat dalam konflik di Afghanistan. Jadi tidak hanya berdasarkan pengalaman dan keterampilan."

"Indonesia bahkan kemungkinan akan menawarkan menjadi tempat perwakilan Taleban di wilayahnya... beberapa anggota atau pejabat Taliban kemungkinan akan pergi ke sana," tambah Dawood.

Dan usulan itu sebenarnya sudah dibicarakan dalam sejumlah kunjungan pejabat ke dua negara, termasuk lawatan Menteri Luar Negeri, Retno Masudi ke Kabul, dan Dewan Tinggi Perdamaian Afghanistan (HPC) ke Indonesia.

Masalah perdamaian memang menjadi salah satu agenda kunjungan kerja Presiden Joko Widodo di Afghanistan, kata Sam Aryadi, juru bicara Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kabul.

"Kita bersahabat baik. Bahwa kita sesama negara Muslim. Indonesia adalah negara berpenduduk Muslim terbesar dunia, Afghanistan juga mayoritas Muslim. Kita berempati tentunya dengan masyarakat Afghanistan, dan pemimpin Afghanistan menyampaikan bahwa Indonesia bisa membantu mereka untuk mewujudkan perdamaian di Afghanistan," kata Sam.

Presiden Jokowi dijadwalkan bertemu secara bilateral dengan Presiden Mohammad Ashraf Ghani dan HPC dalam kunjungan satu hari pada tanggal 29 Januari.

---Hendrik Penu 

Komentar