Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

POLITIK Pengamat: Yuzril Perkuat Basis Pemilih Jokowi-Ma’ruf di Kalangan Islam Politik 06 Nov 2018 05:25

Article image
Ketua Umum PBB Yuzril Ihza Mahendra. (Foto: Ist)
Pemilih dalam spektrum Islam politik belum cukup pulih dengan bergabungnya Ma'ruf Amin menjadi cawapres Jokowi. Sementara pemilih Prabowo yang kuat dari Islam politik.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Pengamat politik dari Lembaga Media Survei Nasional (Median), Rico Marbun, menilai kehadiran Yusril sebagai pengacara Jokowi tentu akan berpengaruh dari sisi elektoral. Yusril, dinilai Rico, punya basis massa Islam yang kuat. 

Yusril Ihza Mahendra memutuskan menjadi lawyer bagi Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019. Padahal, Yusril berada di pihak Prabowo Subianto saat 2014 lalu. 

"Posisi Yusril tentang Piagam Jakarta, pembelaan terhadap HTI, jelas menunjukkan posisi kuat Yusril dalam hati pemilih Islam politik," ujar Rico saat dihubungi, Senin (5/11/2018) malam. 

Rico menyatakan, apabila Yusril juga mendukung Jokowi di Pilpres 2019, maka akan menjadi pukulan telak bagi Prabowo. 

"Bila benar sikap politik Yusril juga sama, artinya mendukung Jokowi, tentu ini pukulan telak untuk kubu Prabowo," tuturnya. 

"Pemilih dalam spektrum Islam politik belum cukup pulih dengan bergabungnya Ma'ruf Amin menjadi cawapres Jokowi. Sementara pemilih Prabowo yang kuat ya dari Islam politik," tutur Rico. 

Keputusan Yusril menjadi kuasa hukum pasangan nomor urut 01 itu diambil setelah bertemu dengan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Erick Thohir.

"Saya memutuskan untuk setuju dan menjadi lawyer-nya kedua beliau itu. Pak Erick mengatakan bahwa jadi lawyer Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf ini prodeo alias gratis tanpa bayaran apa-apa. Saya bilang saya setuju saja," ujar Yusril.

Saat Pilpres 2014, Yusril menjadi kuasa hukum Prabowo Subianto, yang kala itu berpasangan dengan Hatta Rajasa. Ketum Partai Bulan Bintang tersebut juga tidak meminta bayaran.

--- Redem Kono

Komentar