Breaking News

BERITA Pengurus Pusat PMKRI Beraudiensi dengan Dirjen Bimas Katolik 18 Oct 2020 09:55

Article image
Pengurus Pusat PMKRI Periode 2020-2022 saat beraudiensi dengan Dirjen Bimas Katolik. (Foto: Dok. PMKRI)
"Kami berharap agar PMKRI dari tingkatan Cabang hingga Pusat, memiliki semangat yang sama yaitu berjuang bagi Gereja dan Masyarakat. Tugas PMKRI juga ialah membawa Gereja menjadi bermanfaat bagi Masyarakat," ujar Dirjen.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) Sanctus Thomas Aquinas Periode 2020-2022 melakukan audiensi bersama Dirjen Bimas Katolik Kementrian Agama Republik Indonesia Bapak Yohanes Bayu Samodro, M.Pd di Hotel Ibis Stylis Jl. Gajah Mada, Jakarta, belum lama ini.

Dalam audiensi yang berlangsung selama kurang lebih 1 jam 30 menit tersebut, Sekretaris Jenderal PP PMKRI mewakili Ketua Presidium, memperkenalkan Jajaran Pengurus Pusat PMKRI Periode 2020-2022 sekaligus menyampaikan situasi kebangsaan saat ini dan apa saja yang telah dan akan dilaksanakan oleh PP PMKRI.

Paulus Gemma Galgani selaku Presidium Hubungan Masyarakat Katolik (PHMK) juga menyampaikan tentang bagaimana hubungan PMKRI dengan Hirarki di tingkat Cabang dan Nasional, kebutuhan Cabang akan Margasiswa, khususnya Cabang-Cabang yang sampai saat ini belum memiliki gedung Margasiswa.

Dalam kesempatan yang sama, PHMK PP PMKRI memaparkan rancangan Program Kerja di bidangnya; yaitu melakukan dialog dengan seluruh elemen Katolik, melakukan Dialog Lintas Ormas Keagamaan, PMKRI Back to Chruch , PMKRI Visiting School dan Chatolic Miillenial Summit.

Dirjen Bimas Katolik beserta jajarannya merespon dengan baik dan siap bersinergi dengan PP PMKRI periode 2020-2022.

Basis Pengembangan Karakter Kebangsaan

Sementara pesan yang disampaikan oleh Dirjen Bimas Katolik yakni agar PMKRI dapat menjadi Laboratorium Pengembangan Karakter Kebangsaan.

Menurut Dirjen, dari rentang sejarah PMKRI bukan organisasi amatiran, melainkan PMKRI memiliki peran penting dalam menyampaikan aspirasi masyarakat melalui seruan "untuk Gereja dan Tanah Air" (Pro Ecclesia et Patria).

"Kami berharap agar PMKRI dari tingkatan Cabang hingga Pusat, memiliki semangat yang sama yaitu berjuang bagi Gereja dan Masyarakat. Tugas PMKRI juga ialah membawa Gereja menjadi bermanfaat bagi Masyarakat," ujar Dirjen.

Dirjen menambahkan bahwa PMKRI harus mampu mengkritisi produk Peraturan Pemerintah agar semakin dapat bermanfaat bagi masyarakat luas, karena ruang mengkritik tidak berarti menjadi aroma negatif.

Diterangkan oleh Dirjen bahwa Kementrian Agama memiliki Visi Moderasi Beragama yaitu beragama yang tidak ekstrim.

"Konotasi ekstrim tidak hanya disematkan kepada komunitas agama mayoritas, tetapi juga dapat terjadi pada komunitas agama minoritas di Indonesia. Oleh sebab itu, kegiatan yang bertujuan untuk membangun kerukunan beragama akan didukung oleh Kementrian Agama," simpulnya.

--- Guche Montero

Komentar