Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

GAYA HIDUP Penjelasan Ilmiah Mengapa Pria Cenderung Gendut Setelah Menikah 13 Aug 2018 08:17

Article image
Ilustrasi pria gendut. (Foto: fiforlifplus.com)
Pria cenderung akan lebih membebaskan diri dan tidak terlalu berpikir banyak untuk makan atau minum sesuatu asalkan mereka bisa membuat keluarganya berbahagia.

PENGALAMAN membuktikan bahwa pria cenderung menjadi gendut atau bertambah berat badannya setelah mereka menikah. Umumnya orang menghubungkan peningkatan berat badan pria menikah dengan keberhasilan sang istri dalam mengurus rumah tangga, termasuk urusan dapur yang menyebabkan suami makin berselera makan.

Ternyata apa yang diyakini orang selama ini tentang keberhasilan istri mengurus suami tidak sepenuhnya benar dan boleh dibilang hanya mitos. Karena secara ilmiah, kegemukan seorang pria yang sudah menikah disebabkan oleh faktor lain.

Families, Systems and Health Journal sebagaimana dikutip doktersehat.com mengkonfirmasikan sebuah hasil penelitian tentang mengapa pria yang sudah menikah cenderung menggemuk.

Penelitian yang melibatkan setidaknya 2.300 pria dewasa yang belum menikah dan sudah menikah ini membenarkan bahwa pria cenderung akan menggemuk setelah menikah. Dalam riset tersebut, pria yang sudah menikah ternyata akan mengalami kenaikan berat badan hingga 25 persen khususnya jika dibandingkan dengan mereka yang masih melajang dalam durasi waktu yang sama. Bahkan, rata-rata pria yang sudah menikah bisa mengalami kenaikan hingga 4,5 kg dari berat badan mereka saat belum menikah dan cenderung lebih menggemuk lagi setelah menjadi ayah.

Berdasarkan hasil riset tersebut, para akar kesehatan menemukan bahwa kadar testosteron pada pria yang sudah menikah, apalagi yang sudah memiliki anak ternyata mengalami penurunan yang signifikan. Di samping itu, kadar prolaktin pada tubuh pria justru cenderung meningkat saat sudah menikah. Hal ini berarti, hormon testosteron yang cenderung identik dengan libido akan terlampiaskan saat menikah sehingga pria pun cenderung lebih nyaman dan mengeluarkan kadar prolaktin yang lebih erat kaitannya dengan pengasuhan dengan kasih sayang.

Pria pun cenderung akan lebih membebaskan diri dan tidak terlalu berpikir banyak untuk makan atau minum sesuatu asalkan mereka bisa membuat keluarganya berbahagia. Dengan rasa nyaman dan bisa makan banyak makanan tanpa rasa was-was, pria yang sudah menikah pun cenderung akan lebih mudah menambah berat badan jika dibandingkan dengan pria lajang yang masih ingin menjaga diri sebaik mungkin agar tetap menarik bagi pasangan atau lawan jenis.

--- Simon Leya

Komentar