Breaking News
  • Banjir landa 21 kelurahan di Tebing Tinggi
  • Imigrasi Ngurah Rai beri "exit pass" seminggu bagi wisman
  • Jokowi: Kawasan GBK Harus Jadi Ruang Publik Bagi Masyarakat
  • PVMBG: gas SO2 Gunung Agung menurun
  • Sebanyak 50 ton ikan Danau Maninjau mati

EKONOMI Pentingnya Peran Kelas Menengah Bagi Perekonomian 04 Dec 2017 17:53

Article image
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memberikan keynote speech pada acara The World’s Bank Report di Soehanna Hall, Jakarta (04/12). (Foto: ist)
“Negara sebesar Indonesia yang terbuka dan berdemokrasi, kualitas kebijakan dan demokrasinya tidak akan berkembang dengan lebih baik tanpa adanya kelas menengah yang kuat, well educated dan well informed…”

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Sebagai negara yang termasuk dalam kategori kelas menengah, porsi kalangan kelas menengah di Indonesia tidak terlalu besar. Pada tahun 2002 kalangan menengah di Indonesia hanya 7% dan pada tahun 2016 meningkat ke angka 21%. Peningkatan yang sangat cepat, namun belum terlalu banyak untuk menjaga kestabilan ekonomi.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memberikan keynote speech pada acara The World’s Bank Report yang bertemakan “Building Middle Class: Inclusive Growth in East Asia and Indonesia” menyatakan pentingnya peran kelas menengah untuk mencapai pertumbuhan yang inklusif.

“Kalangan kelas menengah memegang peranan penting dalam ekonomi karena mereka mampu menciptakan demand yang kemudian menciptakan lapangan pekerjaan” ujar Menkeu di Soehanna Hall, Jakarta pada Senin (04/12).

Menurutnya, peningkatan akan kelas menengah membuat perubahan bagi Pemerintah dalam membuat kebijakan. Persepsi kelas menengah serta respon mereka terhadap kebijakan di media sosial sangat mempengaruhi Pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang sesuai dengan kondisi saat ini.

Dengan bantuan teknologi, aspirasi masyarakat kelas menengah mudah sekali sampai ke Pemerintah. Oleh karena itu, Pemerintah harus memperkuat dan membangun kelas menengah yang mengerti akan hak mereka dan kemudian mampu memenuhi kewajibannya kepada negara, yaitu membayar pajak.

“Negara sebesar Indonesia yang terbuka dan berdemokrasi, kualitas kebijakan dan demokrasinya tidak akan berkembang dengan lebih baik tanpa adanya kelas menengah yang kuat, well educated dan well informed,” ungkap Menkeu.

Ia pun mengatakan bahwa pendidikan adalah 'jalan tol' agar masyarakat dapat masuk ke golongan kelas menengah. Dengan anggaran pendidikan yang sudah sangat besar, maka menjadi sangat penting anggaran tersebut dapat dibelanjakan dengan baik. Saat ini masih terdapat 45% populasi Indonesia yang berada dalam golongan menuju kelas menengah, apabila golongan ini mampu “naik kelas” dinamika ekonomi Indonesia akan menjadi sangat-sangat berbeda.

“Indonesia mampu menjadi negara pemimpin di kalangan ASEAN dan juga Indonesia mampu menjadi pemain global yang mapan dengan adanya kelas menengah yang banyak dan kuat,” jelasnya.

--- Sandy Romualdus

Komentar