Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

POLITIK Penuhi Syarat Dukungan Calon DPD RI, Angelo Resmi Mendaftar di KPU NTT 12 Jul 2018 18:29

Article image
Angelo Wake Kako saat mendaftar di KPU NTT sebagai calon DPR RI Dapil NTT (Foto: Dok. Tim)
"Kita harus bergerak bersama secara militan, masif dan solid dengan apa yang kita miliki, sehingga pada tanggal 17 April 2019 mendatang, keterwakilan anak muda menjadi salah satu corong kekuatan baru dari empat anggota DPD RI mewakili Provinsi NTT,” ungk

KUPANG, IndonesiaSatu.co-- Calon Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia ((DPD RI) daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur (NTT), Angelius Wake Kako, resmi mendaftarkan diri di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi NTT, Rabu 11/7/18) .

Angelo yang datang bersama dengan relawannya diterima oleh Ketua KPU Provinsi NTT, Maryanti Luturmas Adoe dan anggota KPU NTT.

Usai mendaftar, Angelo mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh masyarakat NTT yang telah memberikan dukungan melalui 3.009 KTP. Menurutnya, dengan dukungan KTP sebanyak itu, maka ia dapat secara resmi mendaftarkan diri untuk maju menjadi calon anggota DPR RI dari Provinsi NTT.

"Momentum hari ini tidak terlepas dari dukungan masyarakat NTT melalui penyerahan KTP dan selanjutnya tahap verifikasi faktual oleh KPU kabupaten. Karena memenuhi dayarat dukungan, maka pada hari ini saya resmi mendaftarkan diri di KPU NTT," ungkapnya.

Ketua Pengurus Pusat PMKRI periode 2016-2018 ini menerangkan bahwa niat dan pilihan untuk terjun dalam kancah politik nasional dengan menjadi calon anggota DPD RI merupakan sebuah momentum kebangkitan seluruh anak muda NTT.

“Sudah saatnya anak muda NTT bangkit untuk dapat terlibat dalam setiap perumusan kebijakan strategis pembangunan, baik di tingkat daerah maupun nasional yang berkenaan dengan kepentingan banyak orang. Jika selama ini anak muda NTT selalu berada di luar jalur politik nasional ataupun daerah, maka hari ini kita diberi ruang untuk terlibat langsung dan memberikan sumbangsih pemikiran yang nyata dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat," kata alumni Universitas Flores (Unflor) Ende ini.

Lulusan Pasca-Sarjana Universitas Indonesia (UI) ini berkeyakinan bahwa anak muda NTT saat ini memiliki idealisme dan potensi sebagai senjata yang dapat digerakan guna kemajuan dan pembangunan di NTT termasuk melalui corong politik sebagai pengambil dan penentu kebijakan publik baik daerah maupun nasional.

"Resonansi gerakan anak muda tidak hanya hari ini, namun harus disebarluaskan kepada seluruh anak muda NTT sehingga menjadi simpul kekuatan untuk terlibat dalam kancah perpolitikan nasional," nilainya.

Esensi Keberpihakan

Pilihan dan keterlibatannya dalam perpolitikan nasional dilandasi sungguh olehstigma yang melekat di Provinsi NTT. Ia berkomitmen, dengan keterlibatannya dalam politik nasional, politik ditempatkan sebagai jembatan keberpihakan guna mengembalikan martabat Provinsi NTT di tingkat nasional.

"NTT selalu identik dengan stigma negative sebaga Provinsi terbelakang, termiskin, tertinggal bahkan terkorup. Stigma ini bisa dikembalikan bahkan dihapus lewat keterwakilan orang-orang muda untuk mengangkat martabat NTT di tingkat nasional. Hanya orang NTT yang dapat membantu sesama orang NTT, terutama menempatkan kebijakan politik sesuai konteks persoalan dan solusi konkrit, " imbuh pria kelahiran Ende 1990 ini.

Lulusan Pasca Sarjana Ilmu Ketahanan Nasional menilai, letak Provinsi NTT sangat strategis karena berbatasan langsung dengan dua negara yakni Timor Leste dan Australia. Menurutnya, keadaan ini harus di manfaatkan dengan mendorong agar dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi nasional di Indonesia Timur.

"Mengapa hanya wilayah Batam saja yang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi nasional sementara NTT tidak dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi nasional di Indonesia Timur? Maka, dengan letaknya yang sangat strategis, Provinsi NTT dapat dijadikan pusat pertumbuhan ekonomi nasional yang menghubungkan beberapa daerah yang ada di Indonesia juga dengan negara-negara luar,” terangnya.

Ia mengakui bahwa tantangan anak muda NTT saat ini yakni ketersediaan lapangan pekerjaan. Baginya, tantangan ini harus dijawab dengan mendorong anak muda NTT untuk menjadi agen penggerak Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan kewirausahaan berbasis kaum muda di seluruh pelosok NTT.

“Dengan kekuatan potensi-potensi lokal yang ada, anak muda NTT harus dapat dimaksimalkan untuk menggerakan unit-unit UKM guna mendongkrak perekonomian dan mulai bersaing dengan daerah lain. Bahan bakunya terlalu banyak di NTT. Anak muda dan masyarakat NTT harus diberdayakan sebagai penggerak roda pertumbuhan ekonomi di NTT,” lanjutnya.

Dengan syarat dukungan yang ada, Angelo tetap mengharapkan partisipasi semua generasi muda dan masyarakat NTT sehingga dapat menjadikan politik melalui lembaga DPD sebagai jembatan perjuangan bersama yang benar-benar lahir dari bawah, murni hadir karena realitas di sekitar.

"Kita harus bergerak bersama secara militan, masif dan solid dengan apa yang kita miliki, sehingga pada tanggal 17 April 2019 mendatang, keterwakilan anak muda menjadi salah satu corong kekuatan baru dari empat anggota DPD RI mewakili Provinsi NTT,” pungkasnya.

--- Guche Montero

Komentar