Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

PERTANIAN Percepatan KUR, BNI Sinergikan Program Serap Gabah di Jawa Barat 22 May 2018 21:13

Article image
kegiatan Serap Gabah yang dilaksanakan di Desa Sukabakti, Kecamatan Tarogong Kidul, Garut. (Foto: ist)
Kartu Tani yang telah disalurkan BNI kepada petani di Kabupaten Garut saat ini mencapai 7.615 kartu.

GARUT, IndonesiaSatu.co -- Dalam mewujudkan usaha pertanian yang terintegrasi, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mendapatkan mandat untuk melaksanakan program Kewirausahaan Pertanian di Garut, Jawa Barat sejak Oktober 2017.

Dalam program tersebut BNI melakukan penguatan kelembagaan baik bagi petani maupun Badan Usaha yang menaungi petani, antara lain dengan mendorong terbentuknya 2 (dua) perusahaan, yaitu unit PT Mitra Desa Bersama (MDB) Banyuresmi dan PT MDB Kadungora.

Salah satu wujud dari program tersebut, adalah kegiatan Serap Gabah yang dilaksanakan di Desa Sukabakti, Kecamatan Tarogong Kidul, Garut, Jawa Barat di lahan seluas 6.500 meter persegi (m2) pada Senin (21/5/2018).

Hadir pada acara ini, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI Rini M Soemarno, didampingi oleh Direktur Utama BNI Achmad Baiquni, Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan BNI Catur Budi Harto, bersama pada Direktur Utama BUMN lainnya.

Pada kesempatan ini, Rini melakukan Kunjungan Kerja untuk menyaksikan secara langsung pelaksanaan Program Serap Gabah BUMN Berbasis Kartu Tani. Rini menyerahkan secara simbolis Kredit Usaha Rakyat (KUR) Tani BNI dan Kartu Tani kepada beberapa petani.

Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan BNI Catur Budi Harto menyebutkan, jumlah Kartu Tani yang telah disalurkan BNI kepada petani di Kabupaten Garut saat ini mencapai 7.615 kartu. Sebanyak 1.262 petani telah memperoleh pembiayaan KUR BNI senilai Rp 8,15 miliar. Selain itu BNI telah mengakuisisi sebanyak 326 Agen46 yang didalamnya terdapat 56 agen Kelompok Tani (Poktan) dan 270 agen non Poktan.

Kunjungan Menteri BUMN RI juga dilakukan di lokasi Mitra Desa Bersama (MDB) Kadungora dan Banyuresmi. Di kedua daerah tersebut terdapat unit-unit bisnis berupa Unit Toko Tani yang menyediakan kebutuhan sarana produksi, Unit Toko Desa yang menjual kebutuhan harian masyarakat. Selain itu, Rini juga mengunjungi salah satu Agen GSHP (Gerakan Stabiliasi Harga Pangan) yang bernama Lulu Barliani Taufik yang mengelola Toko Lulu, di Kelurahan Muara Sanding, Garut.

Pemimpin Divisi Bisnis Usaha Kecil BNI Bambang Setyatmojo menuturkan, Program Serap Gabah di Garut mengutamakan pembelian gabah pada harga pasar untuk para petani yang telah menjadi debitur KUR BNI dan pemegang Kartu Tani BNI. Program ini juga bekerjasama dengan PT Mitra Desa Bersama dan agen-agen GSHP sebagai Distribution Channel yang bertujuan untuk dapat mengintervensi pasar dan mempersingkat mata rantai yang selama ini berjalan sejak dulu.

“Dulu biasanya melibatkan tengkulak dan penebas. Kini petani akan menerima pendapatan hasil panen lebih besar dan lebih sejahtera. Dengan demikian diharapkan para petani dapat membayar kewajibannya pada BNI tepat waktu,” ujar Bambang.

Di samping mendukung program serap gabah, Rini juga mengunjungi Mitra Desa Rice Mills yang dikelola oleh MDB Kadungora. Pada unit penggilingan beras ini, BNI memberikan dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) dalam bentuk Bantuan mesin pengering gabah.

Pada kesempatan yang sama, Rini melakukan silaturahmi ke Pondok Pesantren Darul Arqom dan menyaksikan program CSR BNI lainnya untuk memperbaiki Pesantren Utsmaniyah Al Musri yang mengalami musibah kebakaran pada tahun 2017 lalu.

--- Sandy Romualdus

Komentar