Breaking News

MEGAPOLITAN Perencanaan Kurang Baik, Serapan APBD DKI Baru 6%, 27 Feb 2018 13:35

Article image
Kantor Gubernur DKI Jakarta. (Foto: Tempo.co)
Para SKPD melakukan perencanaan anggaran secara lebih baik. Dari total nilai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018 yang disahkan sebesar Rp77.117.365.231.898.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Politikus Partai Gerindra Muhammad Taufik mendesak Pemprov DKI agar segera melakukan evaluasi terhadap seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Taufik mengatakan ini karena merasa prihatin melihat serapan anggaran Pemerintah Provinsi DKI hingga kini baru mencapai 6 persen.

"Masih kecil-lah. Mungkin bangsa 6 persen," kata Taufik saat ditemui usai melakukan coffee morning dengan Pemprov DKI di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Selasa (27/2/2018).

Ia mengimbau para SKPD melakukan perencanaan anggaran secara lebih baik. Dari total nilai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018 yang disahkan sebesar Rp 77.117.365.231.898.

"Evaluasi eksekutif, saya kira itu segera dilakukan. Kami melihat dari faktor perencanaan yang menurut saya kurang baik. Ke depan enggak boleh lagi," imbuhnya.

Apabila serapan anggaran rendah, lanjut Taufik, maka roda perekonomian masyarakat akan tersendat. Menurut dia, penyerapan anggaran itu harus secara sistematis, tidak boleh nanti hanya besar pengeluarannya saat di pengujung tahun.

"Kita enggak mau lagi ada seperti yang disampaikan Menkeu (Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati), bulan November uang DKI di bank Rp 20 triliun," katanya.

 

--- Simon Leya

Tags:
DKI Jakarta

Komentar