Breaking News
  • Defisit Lebih Rendah Dari Proyeksi APBN-P 2017
  • Menkeu: investasi tumbuh karena kepercayaan pelaku usaha
  • Penerimaan Bea Cukai hingga November Rp130,1 triliun
  • Presiden Jokowi setuju pendiri HMI jadi Pahlawan Nasional

TEKNOLOGI Pergeseran Komoditas ke Layanan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Digital 02 Sep 2017 09:26

Article image
Acara peluncuran Digink DBS di Museum Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (29/08/2017) malam. (Foto: Ist)
"Dengan bergesernya perekonomian Indonesia, yaitu dari yang berbasis komoditas menjadi berbasis layanan, hal ini akan mendorong tumbuhnya ekonomi digital di negeri ini...”

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyatakan ekonomi Indonesia mulai pindah dari ekonomi yang berbasis komoditas ke ekonomi yang berbasis layanan. 

"Dengan bergesernya perekonomian Indonesia, yaitu dari yang berbasis komoditas menjadi berbasis layanan, hal ini akan mendorong tumbuhnya ekonomi digital di negeri ini. Hal inilah yang menjadi dasar maraknya ekonomi digital," paparnya dalam acara peluncuran Digink DBS di Museum Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (29/08/2017) malam.

Menteri Kominfo menambahkan saat ini Indonesia berada dalam suatu era dimana tidak dapat lagi menghindar dari teknologi digital. "Pemerintah memproyeksikan ekonomi digital Indonesia di tahun 2020 akan mencapai 130 miliar dollar AS, atau sekitar 12 persen," ujarnya.

Berdasarkan survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), sebanyak 132,7 juta orang atau 51,8 persen dari total penduduk Indonesia adalah pengguna internet. Sedangkan survei We Are Social mengungkap bahwa 91 persen penduduk Indonesia memiliki ponsel dan 47 persen diantaranya memiliki smartphone.

Seiring dengan bertumbuhnya penetrasi internet, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan bahwa aktivitas e-banking di Indonesia mencapai 270 persen, dari 13,6 juta nasabah di tahun 2012 menjadi 54 juta nasabah di tahun 2016. Frekuensi internet banking juga mencapai 169%, dimana sebelumnya terdapat 150,8 juta transaksi di tahun 2012 menjadi 406,6 juta transaksi di tahun 2016.

Menteri Rudiantara menyambut baik peluncuran produk digibank by DBS (digibank), layanan bank berbasis mobile, agar nasabah dapat menikmati cara baru dalam beraktivitas perbankan. "Saya mengapresiasi apa yang dilakukan DBS, mudah-mudahan Digibank DBS ini dapat memberikan kontribusi bagi fintech (keuangan digital) di Indonesia," katanya.

Presiden Direktur Bank DBS Indonesia Paulus Sutisna mengatakan dalam beberapa tahun terakhir, pengguna internet dan smartphone bertumbuh pesat di Indonesia. Seiring dengan ini, lanjut Paulus, pihaknya telah  mengamati perubahan perilaku nasabah dan orang-orang semakin menginginkan cara yang sederhana, cepat serta praktis dalam melakukan transaksi perbankan.

"Untuk itu, sebagai bank yang berkomitmen untuk membentuk masa depan perbankan, kami berbahagia memperkenalkan digibank ke Indonesia agar nasabah dapat melakukan kegiatan perbankan kapan saja, dan dari mana saja," kata Paulus.

Grup CEO DBS Piyush Gupta mengatakan dengan digibank, DBS membangun sebuah bank yang menyatukan kekuatan biometric, bahasa sehari-hari, artificial intelligence dan sistem pengamanan in-built sekaligus. "Kami percaya bahwa persembahan berbasis mobile ini mewakili masa depan perbankan," ujar Piyush Gupta.

--- Sandy Romualdus

Komentar