Breaking News
  • Divestai Tuntas, Freeport Ganti Status Menjadi IUPK
  • IHSG menguat menyusul akumulasi beli investor asing
  • Jawa Barat diantisipasi dalam Pemilu 2019 karena miliki pemilih paling banyak
  • Libur Natal 2018, 71 Outlet BNI Tetap Beroperasi
  • Menperin: industri tak terdampak tsunami Selat Sunda

REGIONAL Peringatan, Gunung Api Ile Lewotolok Berstatus Waspada 02 Jan 2019 10:08

Article image
Gunung api Gunung Api Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Pulau Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur. (Foto: Tempo.co)
Pos Pengamatan Gunung Api Ile Lewotolok sudah melarang masyarakat untuk melakukan pendakian serta tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius dua kilometer dari kawasan gunung api tersebut.

LEMBATA, IndonesiaSatu.co -- Kondisi gunung api Gunung Api Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Pulau Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur saat ini berstatus waspada. Demikian hasil laporan yang disampaikan Pos Pengamatan gunung tersebut yang disampaikan petugas pemantau Gunung Api Ile Lewotolok Yeremias Kristianto Pugel, Rabu (2/1/2019).

Dalam laporannya yang dilansir Antara, Pugel  mengatakan peningkatan status itu sudah terjadi sejak Minggu (30/12/2018).

"Hingga saat ini statusnya masih tetap waspada," katanya dan mengharapkan masyarakat di sekitar Gunung Api Ile Lewotolok serta para pendaki gunung dan para wisatawan agar menjauh dari gunung api tersebut.

"Kami sudah melarang masyarakat untuk melakukan pendakian serta tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius dua kilometer dari kawasan gunung api tersebut," ujarnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT Tini Thadeus yang dihubungi secara terpisah mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima informasi mengenai peningkatan status gunung api yang terletak di wilayah Kecamatan Ile Ape itu.

Ia mengatakan sejak  29 Desember 2018 tengah malam seismograf di Gunung Lewotolok merekam empat kali gempa hembusan, satu kali gempa dangkal, tiga kali gempa vulkanik dalam, dan dua kali gempa tektonik jauh.

Ia juga mengharapkan warga atau pun pengunjung di kawasan itu, bisa mengikuti larangan dari pihak pos pemantau gunung api tersebut.

"Kami juga meminta warga di bawah kaki gunung itu bisa lebih waspada, karena status gunung itu pun sampai saat ini masih waspada," tuturnya.

--- Simon Leya

Komentar