Breaking News

REGIONAL Peringati HUT Bhayangkara ke-73, Polres TTU Bentangkan Bendera Terpanjang di Daerah Perbatasan 10 Jul 2019 00:13

Article image
Kapolres TTU, Anggota TNI-Polri serta masyarakat membentang Bendera Merah-Putih terpanjang di daerah perbatasan RI-Timor Leste. (Foto: VoxNTT.com)
Acara pembentangan Bendera ini juga bertujuan untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat nasionalisme dan rasa cinta tanah air.

KEFAMENANU, IndonesiaSatu.co-- Aparat Kepolisian Resort (Polres) Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT) membentang bendera Merah Putih terpanjang di daerah perbatasan RI- Timor Lestr (RDTL,red) pada Selasa, (9/7/19).

Bendera sepanjang 1.773 meter (1,773 km) dan lebar 75 cm itu dibentangkan oleh pasukan gabungan TNI dan Polri di Desa Haumeni Ana, Kecamatan Bikomi Nilulat, Kabupaten TTU.

Kapolres TTU, AKBP Rishian Krisna Budhiaswanto, Wakapolres TTU, Kompol Yetter Selan, jajaran Kapolsek dan Perwira serta Komandan Pos Haumeni Ana, Letda Inf. Arafik ikut membentangkan bendera yang berhasil mencatatkan rekor pembentangan Bendera Merah Putih terpanjang di wilayah perbatasan yang tercatat pada Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (LEPRID).

Kapolres TTU, AKBP Rishian Krisna Budhiaswanto seperti dilansir VoxNtt.com menuturkan bahwa pembentangan Bendera Merah Putih terpanjang ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan memperingati HUT Bhayangkara ke-73.

Menurutnya, panjang Bendera 1773 meter tersebut bermakna Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-73.

“Jadi pembentangan Bendera ini dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara tanggal 1 Juli, ke-73. Makna dari panjang Bendera ini yakni tanggalnya satu, bulan 7 dan ulang tahun ke-73,” terangnya.

Semangat Nasionalisme

Kapolres menjelaskan bahwa selain memperingati HUT Bhayangkara ke-73, acara pembentangan Bendera ini juga bertujuan untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat nasionalisme dan rasa cinta tanah air dalam diri masyarakat perbatasan.

"Wilayah perbatasan kini sangat terbuka. Ini berpeluang besar bagi pihak luar untuk masuk dan memprovokasi warga. Dengan momentum ini kita ingin menunjukkan bahwa negara Indonesia merupakan negara yang besar. Sehingga TNI, Polri dan masyarakat harus bekerja sama untuk menjaga kedaulatan negara ini di wilayah perbatasan,” ujar Rishian.

Rishian juga menuturkan, untuk memeriahkan perayaan HUT Bhayangkara tahun ini, pihaknya juga menggelar aneka kegiatan yakni pembersihan rumah ibadat serta anjangsana dan kegiatan lainnya.

Sebagai upacara puncak, akan digelar upacara Bendera di Desa Haumeni Ana, Rabu (10/7/19).

“Besok akan digelar upacara di Perbatasan, dilanjutkan dengan pentas kesenian yang melibatkan semua stakeholder,” tuturnya.

Sementara Ketua LEPRID, Paulus Pangka, kepada awak media mengapresiasi prestasi yang dibuat oleh Polres TTU.

Menurutnya, ini merupakan pembentangan Bendera Merah Putih berukuran terpanjang pertama di perbatasan Negara di Indonesia bahkan dunia.

“Pembentangan bendera hari ini kami nyatakan bahwa ini rekor dunia. Karena baru hari ini terjadi ada pembentangan bendera suatu negara yang berukuran sangat panjang di perbatasan antara dua Negara,” tandasnya.

Paulus menuturkan, pencetakan rekor yang dilakukan tersebut diprakarsai oleh Kapolda NTT, Irjen Pol Drs. Raja Erizman dan diinisiasi oleh Kapolres TTU, AKBP Rishian Krisna Budhiaswanto.

Kegiatan ini juga mendapatkan dukungan dari Pemkab TTU, Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/GN, Mayor Inf. Hendra Saputra serta Dandim 1618/TTU, Letkol arm. Roni Junaidi.

"Untuk semua pihak yang terlibat, baik itu pemrakarsa, inisiator dan pendukung kegiatan ini, pihaknya akan memberikan piala dan piagam penghargaan," katanya.

Adapun penyerahan piala dan piagam akan dilakukan saat upacara bendera memperingati HUT Bhayangkara ke-73 yang akan digelar Rabu besok.

“Nanti saat upacara baru kita serahkan piala dan piagam tersebut,” tutupnya.

 

--- Guche Montero

Komentar