Breaking News

AGAMA Peringati Pelindung Paroki ke-79 Tahun, Umat Paroki Waiwerang Gelar Syukuran Bersama 24 Nov 2019 22:33

Article image
Suasana perayaan syukur peringatan Pelindung Paroki Kristus Raja Waiwerang yang berlangsung di Stasi Beloto. (Foto: Dok. DPP Waiwerang)
"Kita diajak untuk selalu solider, hidup berdampingan satu sama lain, saling melayani dan tidak memegahkan diri dengan hal-hal duniawi," ajak Romo Thoby.

LARANTUKA, IndonesiaSatu.co-- Perayaan Ekaristi peringatan Pesta Kristus Raja Semesta Alam yang diperingati oleh Gereja Katolik sejagad sekaligus menutup Tahun Liturgi Masa Biasa menurut Kalender Liturgi Katolik, Minggu (24/11/19) terasa istimewa bagi segenap umat Paroki Waiwerang, Keuskupan Larantuka.

Pasalnya, Pesta Kristus Raja Semesta Alam juga diperingati sebagai Pelindung Paroki Waiwerang ke-79 Tahun sesuai usia berdirinya Paroki yang terletak di wilayah Adonara Timur ini pada Tahun 1940 silam.

Dalam Homilinya saat memimpin Ekaristi, RD Thobias Tukan, Pr menegaskan bahwa perayaan peringatan Pesta Kristus Raja Semesta Alam sekaligus menutup Tahun Liturgi Masa Biasa sesuai Penanggalan Liturgi Katolik.

"Dengan menutup Masa Biasa, kita akan memasuki Tahun Liturgi Masa Adventus, Masa Pertobatan dan Penantian," kata Romo Thoby.

Romo mengajak agar segenap umat Paroki Waiwerang dapat memaknai moment Pesta Kristus Raja Semesta Alam sekaligus peringatan Pelindung Paroki ke-79 Tahun tersebut sebagai bahan refleksi untuk meneladani Yesus sebagai Raja Agung yang datang untuk melayani.

"Marilah kita meneladani Yesus Sang Raja Agung yang telah menunjukkan solidaritas universal melalui pelayanan yang total. Kita diajak untuk selalu solider, hidup berdampingan satu sama lain, saling melayani dan tidak memegahkan diri dengan hal-hal duniawi," ajak Romo Thoby.

Sesuai keterangan yang diperoleh media ini dari Ketua DPP Paroki Waiwerang, John Ebo, bahwa sesuai amanat Pleno Dewan Pastoral Paroki (DPP), peringatan Pesta Pelindung Paroki dirayakan dua tahun sekali di Pusat Paroki dengan melibatkan umat dari 6 Stasi dan 4 Lingkungan.

Adapun pada tahun 2019 ini, perayaan Pelindung Paroki digelar di dua titik yakni titik pertama untuk umat Stasi perbukitan bagian Barat meliputi Stasi Santo Paulus Beloto, Stasi Santo Albertus Magnus Lamakukung dan Stasi Santo Yohanes Pemandi Lambolan.

Di sela-sela acara syukuran bersama usai perayaan Ekaristi, Ketua Stasi Santo Paulus Beloto, Pius Boli memberikan apresiasi dan rasa syukur atas kehadiran dan keterlibatan umat dalam acara tersebut.

"Diharapkan agar semangat yang sama terus dibangun ke depan sehingga kita semua dapat berperan dan terlibat aktif dalam karya-karya pewartaan, kegiatan rohani serta pembangunan di Paroki Waiwerang," harapnya.

Hal senada diungkapkan Ketua DPP, John Ebo yang mengajak umat agar sungguh-sungguh memaknai perayaan peringatan Pelindung Paroki sebagai suatu bentuk kepedulian universal Gereja dalam arti persekutuan.

"Sebagai suatu persekutuan, kita semua adalah Gereja yang sesungguhnya, yang bertanggung jawab terhadap perkembangan Gereja universal, iman umat, keterlibatan keluarga Katolik, Orang Muda Katolik (OMK), anak misioner serta peduli terhadap lingkungan hidup," ujarnya.

"Umat mesti mewujudkan kemandirian Paroki seperti mandiri dalam bidang iman, bidang personalia dan mandiri secara finansial. Kita semua diajak untuk terus berperan aktif dalam mewujudkan Paroki Kristus Raja Waiwerang yang Mandiri dan Misioner," tandasnya.

--- Guche Montero

Komentar