Breaking News

REGIONAL Perkuat Ekonomi, Bupati Ende Launching Beras Petani di Wewaria 22 May 2019 21:10

Article image
Bupati Ende, Marsel YW Petu saat me-launching beras petani di kantor BPP Wewaria, kabupaten Ende (Foto: Rom/kupang.tribunnews.com)
"Ada kepuasan dan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat kabupaten Ende yang mengkonsumsi beras lokal hasil keringat masyarakat Ende," ungkap Bupati Marsel.

ENDE, IndonesiaSatu.co-- Bupati Ende,  Marselinus Y W Petu, Senin (20/5/19) melaunching beras petani hasil usaha para petani di desa Mautenda dan desa Ekoleta bertempat di kompleks Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Mautenda, Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende.

Sebelum melakukan launching Bupati Marsel bersama Dandim 1602 Ende berkesempatan melakukan uji coba mesin pemotong padi (Combine Harvester) dan menyaksikan demonstrasi mesin penggilingan padi.

Pada kesempatan itu, Bupati Marsel, mengatakan bahwa prestasi yang telah dicapai berupa launching beras Mautenda dan Ekoleta dapat memacu semangat para petani untuk bekerja lebih keras guna memperoleh hasil yang optimal.

"Masyarakat (petani) sudah saatnya harus menerima perubahan-perubahan bagi peningkatan produksi pertanian dengan  menggunakan peralatan pertanian yang semakin canggih. Tidak ada lagi petani yang bekerja dengan apa adanya, tetapi harus ada inovasi agar kerja petani semakin efisien dengan hasil yang lebih meningkat dari sebelumnya," ujar Bupati Marsel dilansir kupang.tribunnews.com.

Menurut Bupati, dengan di-launchingnya beras petani yang sudah memakai label tersendiri, maka ada kepuasan dan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat kabupaten Ende yang mengkonsumsi beras lokal hasil keringat masyarakat Ende.

"Pencapaian prestasi hari ini hendaknya diikuti dengan manajemen yang terkoordinasi secara profesional sehingga adanya kesinambungan. Dengan apa yang ditampilkan hari ini tidak berarti selesai hari ini saja atau menjadi kebanggaan yang bersifat sementara, tetapi pencapaian prestasi ini harus ditingkatkan di masa-masa mendatang, sehingga catatan prestasi hari ini menjadi awal kebangkitan bagi sektor pertanian di wilayah ini," ajaknya.

Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Ende, Marianus Aleksander saat menyampaikan gambaran umum tentang potensi pertanian kabupaten Ende menjelaskan bahwa upaya khusus (upsus) secara nasional maupun di kabupaten Ende sudah dimulai sejak Tahun 2015 dengan sasaran pada tanaman Padi, Jagung, Kedele (pajale).

"Tahun 2018 untuk periode pertanaman musim tanam pertama, hasil padi sawah yang dicapai (produksi) mencapai 48.294 ton, padi ladang 11.554 ton, jagung 25.657 ton, ubi kayu 31.839 ton, ubi jalar 5.694 ton, kedelai 17 ton, kacang hijau 142 ton dan sorgum 90 ton," beber Marianus.

Ia melanjutkan, pada tahun 2019 ini, untuk periode masa tanam pertama yang dipanen hari ini; lahan sawah dan ladang ditanam seluas 8.784 hekatare (ha) dari target 9.115 ha.

"Dengan moment launching beras hari ini, diharapkan agar dengan adanya proses labelisasi maka masyarakat konsumen dapat mengetahui identitas beras yang akan dipasarkan," harapnya. 

--- Guche Montero

Komentar