Breaking News
  • Banjir landa 21 kelurahan di Tebing Tinggi
  • Imigrasi Ngurah Rai beri "exit pass" seminggu bagi wisman
  • Jokowi: Kawasan GBK Harus Jadi Ruang Publik Bagi Masyarakat
  • PVMBG: gas SO2 Gunung Agung menurun
  • Sebanyak 50 ton ikan Danau Maninjau mati

REGIONAL Perkuat Toleransi, Bupati Sragen Resmikan Taman Doa Santa Maria Fatima Ngrawoh 25 Oct 2017 15:57

Article image
Bupati Sragen, Hj. Kusdinar Untung Yuni Sukowati, meresmikan taman Doa Santa Maria Fatima Ngrawoh. (Foto: Ucanews.com)
Bupati perempuan pertama Sragen ini menegaskan bahwa negara ini bisa dibangun dengan keimanan yang teguh, apa pun agamanya.

SRAGEN, IndonesiaSatu.co -- Disaksikan Uskup Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko, Bupati Sragen, Hj. Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Minggu (22/10/2017) meresmikan taman Doa Santa Maria Fatima Ngrawoh yang berada di desa Pilangsari, Ngrawoh, Kabutapen Sragen, Jawa Tengah. Dalam sambutannya, Bupati Sukowati mengungkapkan kedekatannya dengan umat Katolik Sragen.

"Kehadiran saya di tempat yang sejuk dan adem ini merupakan tanda kedekatan saya dengan umat Katolik Sragen. Saya juga mengenal baik Pastor Paroki Sragen, Romo Sapta. Beberapa kali Romo berkunjung ke kantor untuk berdiskusi tentang pembangunan iman umat Katolik dan masyarakat Sragen pada umumnya. Pernah Romo Sapta datang ke kantor saya tanpa janjian terdahulu, tapi lewat CCTV saya bisa memantau siapa saja tamu yang datang," ungkapnya sebagaimana dilansir Ucanews.com.

Bupati perempuan pertama Sragen ini menegaskan bahwa negara ini bisa dibangun dengan keimanan yang teguh, apa pun agamanya.

"Dengan toleransi dan pengertian, apa pun keadaannya, goncangan, pluralisme dan kebhinekaan tak bisa dihancurkan. Pluralisme negara ini sering menjadi incaran pihak-pihak tertentu untuk dihancurkan namun berkat keguyuban ini semua bisa harmonis. Inilah bukti bahwa keguyuban itu ada dalam setiap sendi kehidupan berbangsa dan bernegara," tegasnya.

Toleransi dan solidaritas

Kehadiran Taman Doa Santa Maria Fatima Ngrawoh ternyata turut menggerakkan ekonomi warga setempat. Sekitar 200 meter dari Taman Doa itu telah dibangun sebuah pasar agar warga setempat yang mayoritas Muslim dapat menjual berbagai kebutuhan berupa makanan dan pernak-pernik bagi peziarah.
Bupati Sukowati mengharapkan agar keberadaan Taman Doa Santa Perawan Maria di Fatima Ngrawoh dapat dirasakan manfaatnya oleh warga sekitarnya terutama memperkuat semangat toleransi dan solidaritas lintas iman.
"Jadi simbiosis mutualismenya dapat dirasakan juga oleh warga sekitarnya. Saya mengajak umat Katolik untuk ikut membantu Pemerintah Kabupaten Sragen guna menurunkan angka kemiskinan. Mari kita bersama-sama bekerja menurunkan angka kemiskinan di kabupaten Sragen ini," harapnya.

Hubungan Pemerintah dan Gereja

Ketua Pantia pembangunan, Albertus Sudarso menerangkan bahwa selama ini hubungan gereja Katolik dengan pemerintah kabupaten Sragen berjalan baik dan saling melengkapi. Hubungan baik itu ditandai pula dengan perhatian dan dukungan dari pemerintah Sragen dengan memberikan bantuan bagi pembangunan Taman Doa tersebut.
"Pemerintah Sragen ikut berkontribusi dengan menyumbangkan dana bagi pembangunan sebesar tujuh puluh lima juta rupiah. Pembangunan Taman Doa Santa Maria ini mencakup empat tahap pembangunan sejak tahun 2011. Tahap terakhir yang dimulai pada tahun 2017 diakhiri dengan peresmian oleh Bupati Sragen," kata Audarso.
Hadir mendampingi Bupati Sragen dalam acara peresmian ini Uskup Agung Semarang,  Mgr. Robertus Rubyatmoko disaksikan umat Katolik Sragen.

--- Guche Montero

Komentar