Breaking News

POLITIK Perludem: Pertemuan Jokowi-Prabowo Bentuk Pendidikan Politik 16 Jul 2019 07:47

Article image
Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi. (Foto: Ist)
Pertemuan Jokowi dan Prabowo merupakan peristiwa yang amat penting dalam tatanan demokrasi di Indonesia.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Pertemuan Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto beberapa waktu lalu merupakan pendidikan politik yang sangat kuat.

Demikian penegasan Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini kepada wartawan di Jakarta, (Senin, 16/7/2019).

"Perbedaan pandangan, pilihan dan aspirasi politik yang terjadi pada proses pemilu, tidak harus diikuti oleh perselisihan atau permusuhan politik," ujar Titi.

Menurut Titi, pertemuan Jokowi dan Prabowo merupakan peristiwa yang amat penting dalam tatanan demokrasi di Indonesia. Dengan pertemuan itu, merupakan ujian kematangan dalam demokrasi.

"Jika para pihak yang memiliki pandangan politik berbeda, mau mengakui dan menghormati hasil pemilu yang konstitusional yang sudah diputuskan oleh konstitusi yang berwenang," jelas Titi.

Selain itu kata Titi, pesan yang paling substansi dan sederhana dari pertemuan itu ialah siap menang dan siap kalah dan menerima hasil secara legowo, sesuai dengan mekanisme konstitusional yang ada.

"Pesan tambahan antara dua tokoh itu, bahwa pertemuan mereka tidak diikuti oleh politik transaksional kekuasaan atau bagi-bagi kursi," ujar Titi.

Ia mengemukakan tidak ada yang mengetahui secara pasti makna dibelakang dari simbolik pertemuan tersebut. Namun, hal itu bisa lebih baik, jika semua pihak dapat menerima hasil pemilihan yang sah secara konstitusi.

--- Redem Kono

Komentar