Breaking News

REGIONAL Permda Ende Perhatikan Serius 22 Penumpang KM Lambelu 10 Apr 2020 11:26

Article image
Bupati Ende, H. Djafar H. Achmad saat memberikan keterangan kepada awak media. (Foto: Ist)
Menurut Bupati Djafar, hal itu dilakukan mengingat hasil pemeriksaan Rapid Test petugas di Maumere, terdapat tiga orang ABK KM. Lambelu, terindikasi positif Covid-19 untuk selanjutnya dilakukan swab test untuk memastikan status tersebut.

ENDE, IndonesiaSatu.co-- Pemerintah Kabupaten Ende bersam Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Ende memberikan perhatian serius dan pemantauan khusus kepada 22 orang penumpang KM Lambelu asal Kabupaten Ende.

Sebelumnya, para penumpang KM Lambelu tersebut, Rabu (8/4/20) pagi dijemput dengan 2 bus milik Dinas Perhubungan Kabupaten Ende dengan pengawalan ketat aparat dan diterapkan prosedur penyemprotan antiseptik kepada penumpang dan barang bawaan usai turun di Pelabuhan Lorens Say, Maumere, Kabupaten Sikka.

Selanjutnya ke-22 penumpang tersebut dilakukan observasi di tempat transit pelaku perjalanan yang berpusat di Stadion Marilonga, dan kemudian dipindahkan ke rumah jabatan Bupati Ende, Jalan El Tari, Kamis (9/4/20).

Bupati Ende, H. Djafar H. Achmad kepada awak media menjelaskan bahwa pemindahan ini dilakukan karena Pemda bersama Forkopimda Kabupaten Ende memberikan perhatian serius terhadap ke-22 orang penumpang KM. Lambelu yang ditetapkan statusnya sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG).

Menurut Bupati Djafar, hal itu dilakukan mengingat hasil pemeriksaan Rapid Test petugas di Maumere, terdapat dua orang ABK dan satu orang petugas Kantin KM. Lambelu, terindikasi positif Covid-19 untuk selanjutnya dilakukan swab test untuk memastikan status tersebut.

"Mereka (22 orang) ini masih kita pantau khusus sampai tiga hari perkembangannya. Kita jaga betul daerah ini, apalagi dari Maumere ada indikasi, maka agak beda penanganannya. Kalau yang lain, belum ada indikasi. Sehingga, khusus untuk ke-22 orang ini kita pertimbangkan untuk dipindahkan segera," ungkap Bupati Djafar seperti dilansir WartaNTT.com.

Bupati Djafar juga mempertimbangkan bahwa ke-22 orang penumpang kapal asal Ende ini dianggap sebagai kontak erat positif Covid-19 sesuai hasil Rapid Test, sehingga harus dilakukan observasi lanjutan hingga 3 hari.

Maka, diputuakan agar mereka dipindahkan ke rumah jabatan Bupati, agar tidak bercampur dengan pelaku perjalanan lain yang baru saja datang, baik melalui pesawat maupun kapal.

Bupati Djafar mengaku, apabila ada hotel yang bersedia disewa untuk menampung para pelaku perjalanan sebagai tempat observasi, maka pemerintah bersedia untuk menyewa, disesuaikan dengan kemampuan anggaran.

"Jika ada hotel yang mau disewa, kita akan sewa hotel. Namun untuk saat ini, Rujab dialihfungsikan untuk mengamankan ke-22 orang sesama saudara warga Kabupaten Ende. Ini sebagai bentuk perhatian serius pemerintah," ungkapnya.

Bupati Djafar menegaskan bahwa untuk saat ini, ke-22 orang yang dikarantina tersebut belum diperbolehkan untuk dijemput oleh orang tua atau keluarga. Namun apabila beberapa hari ke depan dalam penanganan kesehatan oleh tim medis tidak ada indikasi, maka bisa saja ada kebijakan lain. Tetapi untuk saat ini, ditegaskan belum diperbolehkan untuk pulang," tegas Bupati Djafar.

--- Guche Montero

Komentar