Breaking News

TOKOH Pernah Dipenjara, Bolehkan Ahok Pimpin BUMN? 15 Nov 2019 12:34

Article image
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ketika menikmati liburan bersama istrinya Puput. (Foto: liputan6)
Menurut Habiburokhman, untuk menjabat sebagai petinggi BUMN tidak ada syarat khusus seperti tidak pernah dipidana.

Jakarta, IndonesiaSatu.co – Sosok Basuki Tjahaja Purnama alias  Ahok selalu jadi bahan perdebatan. Kali ini Ahok dihubungkan dengan jabatan strategis di salah satu Usaha Milik Negara (BUMN).

Publik pun bertanya, apakah Ahok sah menjadi petinggi salah satu BUMN mengingat statusnya yang pernah menjadi seorang narapidana?

Menjawab pertanyaan tersebut, politikus Partai Gerindra Habiburokhman menilai jabatan yang mungkin diemban Ahok di BUMN bukan jabatan publik, sehingga, tidak ada syarat-syarat seperti menjabat kepala daerah.

Menurut Habiburokhman, untuk menjabat sebagai petinggi BUMN tidak ada syarat khusus seperti tidak pernah dipidana.

"Kalau jabatan publik yang dipilih kan ada syarat-syarat. Enggak pernah dipidana. Ini (di BUMN) kan profesional," katanya, seperti dikutip dari Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (15/11/2019).

Habiburokhman juga memberikan komentar terkait pihak-pihak tertentu yang menyangkutkan Ahok dengan kasus dugaan korupsi pembelian lahan RS Sumber Waras.

"Status kasusnya kan tidak di tingkat penyidikan, Ahok juga tidak menyandung status tersangka atau saksi. Hak keperdataan orang engak bisa disandera," ujarnya.

Dia juga meminta agar tidak mempermasalahkan masa lalu Ahok yang pernah menjadi narapidana kasus penistaan agama. "Ahok sudah menjalankan putusan, menurut saya sudah fair. Dia sudah merasakan, melaksanakan hukuman," pungkasnya.

Kabar Ahok bakal mendapat jabatan di BUMN ini ramai sejak bekas Gubernur DKI Jakarta itu menyambangi kantor Kementerian BUMN, Rabu (13/11). Dia mengaku diajak Menteri BUMN Erick Thohir terlibat untuk mengurusi salah satu BUMN.

Ahok sendiri merupakan sosok kontroversial, banyak yang suka, tak sedikit juga yang kontra. Ahok diduga tersandung banyak masalah, di antaranya soal RS Sumber Waras.

Pria berusia 53 tahun itu juga mantan terpidana kasus penistaan agama, yang sempat mendekam di penjara selama satu tahun delapan bulan. 

--- Simon Leya

Komentar