Breaking News

REGIONAL Terkait Pilgub 2018, Persatuan Mahasiswa Timor Jakarta: NTT Butuh Pemimpin Visioner-Strategis 18 May 2017 22:55

Article image
Ketua PMTJ Epinitus Fina dan Sekretaris PMTJ Blasius Mau Mere. (Foto: IndonesiaSatu.co)

JAKARTA, IndonesiaSatu.co  Persatuan Mahasiswa Timor Jakarta (PMTJ) menilai masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang akan mengelar hajatan pemilihan Pilgub 2018 harus cerdas dan bijak saat menyeleksi serta memilih kandidat pemimpin kemampuan visioner-strategis.  

Hal ini disampaikan Ketua PMTJ Epinitus Fina dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PMTJ Blasius Mau Mere ketika mengunjungi Redaksi IndonesiaSatu.co di Jl Tebet Raya 25A, Jakarta Selatan, Kamis (18/5/2017).

“Kami dari PMTJ, sebagai bagian dari NTT, mengharapkan agar masyarakat NTT dapat menyeleksi memilih calon pemimpin NTT yang memiliki kemampuan visioner-strategik, agar jika terpilih nantinya maka akan membawa provinsi ini maju dan bersaing dengan provinsi-provinsi lainnya,” ujar Epi.

Menurut Epi, kemampuan visioner yang dimaksud adalah bagaimana calon pemimpin NTT dapat membaca arus perkembangan lokal NTT, di nasional, dan bahkan internasional.

“Calon pemimpin NTT harus mempunyai sensibilitas terhadap masalah, gejolak dan perkembangan zaman, agar dapat memberikan tanggapan-tanggapan yang kontekstual relevan bagi perkembangan NTT. Jangan sampai kita ketinggalan informasi ataupun kebijakan dari daerah lainnya yang sudah maju,” pinta Epi.

Kapasitas yang diperlukan oleh calon pemimpin NTT adalah kemampuan strategik yakni kemampuannya menciptakan  peluang dan kebijakan-kebijakan pembangunan NTT yang pro rakyat.

“Calon pemimpin NTT harus dibekali dengan kemampuan strategi. Dia harus pandai melihat peluang, menciptakan peluang, dan mewujudkan peluang itu. Selain itu tentunya pemimpin ini diharapkan menciptakan kebijakan pembangunan yang pro rakyat,” tambah Epi.

Untuk mencapai hal ini, PMTJ menyerukan agar masyarakat NTT dapat mendukung penyelenggaran Pilgub NTT 2018 sehingga impian pemimpin visioner-strategik ini tercapai. Dukungan ini dapat diwujudkan dengan menjadi pemilih yang rasional dan kritis. 

“Tentunya kita harapkan agar masyarakat NTT dapat menjadi rasional dan tidak terjebak isu SARA, yang mengancam kebhinekaan,” pungkas Epi.

Seminar toleransi

Untuk mempersiapkan hajatan Pilgub NTT, PMTJ akan menggelar seminar bertema “Belajar Toleransi dari NTT”. Hasil yang diharapkan agar masyarakat NTT dan juga Indonesia dapat menghargai dan berpartisipasi mewujudkan toleransi.

“Seminar ini kami buat sebagai seruan untuk bersikap rasional dalam pilkada, juga tanggapan  kami terhadap situasi bangsa yang mengalami ujian terkait kebhinekaan,” kata Sekjen PMTJ Blasius Mau Bere.

Dalam seminar toleransi ini, PMTJ akan menghadirkan narasumber-narasumber dari tokoh agama, tokoh politik, pengamat radikalisme dan akademisi untuk memberikan pendapatnya terkait kebhinekaan dan rasionalitas.

“Pembicara-pembicara yang akan kami undang berupaya mengingatkan agar kita menghargai sikap toleransi di manapun berada. Pilgub NTT juga harus salah satunya berdiri di atas asas toleransi,” ungkap Blasius.

Adapun seminar tentang toleransi ini akan dilakukan pada awal Juni 2017.

--- Redem Kono

Komentar