Breaking News

UKM Perum Jamkrindo membuka akses UMKM ke Lembaga Keuangan 03 Aug 2019 08:37

Article image
Galeri tenun hasil karya UKM di Kota Kupang, NTT. (Foto: ist)
Dengan penjaminan kredit oleh Jamkrindo, UMKM bisa mengakses pinjaman ke lembaga keuangan, salah satunya melalui program kredit usaha rakyat (KUR) yang sudah berjalan beberapa tahun.

YOGYAKARTA, IndonesiaSatu.co – Perum Jamkrindo ikut berkontribusi pada peningkatan kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah serta koperasi (UMKM) melalui bisnis penjaminan kredit. Dengan penjaminan kredit oleh Jamkrindo, UMKM bisa mengakses pinjaman ke lembaga keuangan, salah satunya melalui program kredit usaha rakyat (KUR) yang sudah berjalan beberapa tahun.

Direktur MSDM, Umum, dan Kepatuhan Perum Jamkrindo Sulis Usdoko menuturkan, harus ada pihak lain yang membantu UMKM untuk keluar dari kesulitannya dalam mengakses modal. "Perum Jamkrindo membuka akses UMKM kepada lembaga keuangan sehingga UMKM bisa meningkatkan skala usaha," ujar Sulis Usdoko usai menjadi pembicara dalam seminar Creative SME Festival di Yogyakarta, Sabtu 3 Agustus 2019.

Model bisnis penjaminan menempatkan Perum Jamkrindo yang merupakan salah satu badan usaha milik negara sebagai penjamin lembaga keuangan dalam menyalurkan pembiayaan kepada UMKM dan koperasi. Melalui penjaminan oleh Jamkrindo, UMKM yang semula tidak bisa mengakses modal dari lembaga keuangan, bisa mengakses sehingga peluang untuk meningkatkan skala usaha terbuka lebar.

Sulis menjelaskan, potensi pengembangan UMKM di Indonesia sangat besar. ""Sekarang, semakin banyak yang punya kepedulian terhadap pengembangan UMKM di Indonesia. Ke depan, kolaborasi pengembangan UMKM semakin diperlukan untuk meningkatkan daya saing," ujar Sulis.

Terkait kinerja bisnis, Perum Jamkrindo berhasil mencatatkan volume penjaminan sebesar Rp102,88 triliun yang naik 18 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 86, 3 triliun. Volume penjaminan tersebut terdiri dari penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp28,53 triliun dan penjaminan non-KUR sebesar Rp74,35 triliun.

Kinerja bisnis tersebut menghasilkan laba sebelum pajak (EBT) Rp372,03 miliar yang naik 82,28 persen dari tahun sebelumnya Rp204,1 miliar. Pencapaian ini tidak terlepas dari usaha menjaga keberlanjutan bisnis dengan fokus meningkatkan pertumbuhan dalam rangka mengoptimalkan kapasitas secara efektif dan efisien.
Beberapa inisiatif yang telah dijalankan oleh Perum Jamkrindo dalam rangka menjaga keberlanjutan bisnis, antara lain adalah penguatan kompetensi sumber daya manusia, melakukan pengembangan produk yang memiliki nilai tambah, memperkuat penetrasi pasar dengan berbagai inovasi, dan melakukan inisiatif sinergi dengan berbagai mitra bisnis.

Total aset pada bulan Juni 2019 tercatat sebesar Rp17,40 triliun, meningkat 7,11 persen dari Aset per 31 Desember 2018. Sementara, pencapaian ekuitasnya sebesar Rp11,67 triliun, naik 3,30 persen dibandingkan Per 31 Desember 2018. Adapun aset tercatat sebesar Rp11,29 triliun, naik 3,37 persen dibandingkan Aset per Desember 2018.

Sampai dengan akhir tahun, Perum Jamkrindo optimistis dapat memenuhi target volume penjaminan kredit sebesar Rp182,36 triliun. Perum Jamkrindo akan terus berkomitmen memperluas pasar penjaminan dengan membuka kerja sama baru dengan perbankan, nonperbankan, dan BUMN, serta melakukan kajian-kajian strategis menciptakan produk penjaminan sesuai perkembangan industri perbankan/nonbank.

--- Sandy Romualdus

Komentar