Breaking News
  • 12 parpol lama lolos verifikasi faktual
  • 150 ton bahan narkoba asal China gagal masuk ke Indonesia
  • Eropa murka, siap jawab tantangan perang dagang Donald Trump
  • KM Pinang Jaya tenggelam di Laut Jawa akibat cuaca buruk
  • Presiden Jokowi masih pertimbangan Plt Gubernur dari Polri

PARIWISATA Pesona Pantai Koka, Objek Wisata yang Minim Sentuhan 15 Sep 2017 10:48

Article image
Pesona pantai Koka di Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, Flores. (Foto: ist)
Pesona pantai Koka yang terletak di pesisir selatan pulau Flores, sudah menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik terutama di kalangan remaja dan kaum muda.

PANTAI Koka yang berada di daerah Wolowiro, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, merupakan salah satu objek wisata cukup potensial dengan pesona alam yang menakjubkan.

Meski memiliki keindahan dengan pasir putihnya mampu menarik perhatian para wisatawan baik domestik maupun para turis manca negara, namun investasi dan pengelolaan pantai Koka masih tergolong minim baik oleh pihak pemerintah daerah Sikka maupun pegiat wisata dari pihak swasta.

Sebagaimana diungkapkan Cesar Bara selaku pegiat sosial-budaya, pengelolaan dan destinasi wisata pantai Koka belum optimal sehingga belum secara siginifikan memberi dampak positif bagi masyarakat sekitar.

"Sejauh ini, para pengunjung pantai Koka yang biasa ramai pada akhir pekan, hanya menghabiskan waktu untuk rekreasi, mengambil gambar (foto) juga piknik keluarga. Masih sebatas objek rekreasi. Sangat disayangkan jika tidak dioptimalkan sebagai salah satu destinasi wisata di kabupaten Sikka juga peningkatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar pantai Koka," ungkap Cesar, Senin (11/9/17).

Ia menilai, pemerintah daerah Sikka semestinya membuat terobosan dengan mengoptimalkan potensi wisata yang ada dengan bekerjasama secara sinergis dengan lintas-sektor guna kemajuan pariwisata di Sikka.

"Sikka sangat strategis sebagai pintu masuk wisata di flores karena ditopang oleh akses transportasi baik udara maupun laut. Kerjasama multi-sektor harus dibangun agar berbagai potensi daerah yang ada dapat dioptimalkan. Jangan sampai kabupaten Sikka terus menjadi tempat transit wisatawan jika tidak dibangun homestay di sekitar objek wisata, pusat studi budaya maupun sarana-prasarana penunjang destinasi wisata. Butuh terobosan dan kebijakan strategis sektor pariwisata sehingga berdampak secara sosial dan berkelanjutan," nilainya.

Pesona pantai Koka yang terletak di pesisir selatan pulau Flores, sudah menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik terutama di kalangan remaja dan kaum muda. Selain keindahan pantai dan pasir putih yang membentang sepanjang pantai, keunikan lain yang tidak luput dari jepretan kamera wisatawan yakni keberadaan dua bukit kecil yang mengapiti pantai tersebut juga gua batu alam yang bisa dilihat jelas saat air laut pasang surut.

"Selain pantai dan pasir putihnya, terdapat dua bukit kecil. Oleh masyarakat sekitar, dua bukit itu dinamai bukit Rodja di sebelah Barat dan bukit Ndate Sare di bagian Timur. Di bukit Rodja juga terdapat gua batu alam dengan kedalaman mencapai 100 meter. Para pengunjung biasa mengambil gambar saat air laut surut. Konon, menurut cerita orang tua di bukit sebelah timur ada benteng peninggalan Jepang. Namun sejauh ini belum ada wisatawan yang sampai ke bukit bagian timur karena dianggap keramat," ungkap Markus Bara, salah satu pengelola homestay.

Ia mengakui bahwa banyak turis manca negara yang hanya singgah di pantai Koka. Sementara kebanyakan menginap di Moni, Ende.

Kepada media ini, Iwan selaku travel guide yang mengaku menetap di Moni mengatakan bahwa umumnya para turis yang hendak ke pantai Koka, berangkat dari Moni setelah berwisata ke danau Kelimutu.

"Saat ditanya, umumnya mereka turun di Maumere lalu melanjutkan perjalanan ke Moni. Setelah dari Moni baru mereka menuju pantai Koka yang seharusnya dari Maumere bisa singgah di pantai Koka karena hanya berjarak sekotar 100 meter dari jalur transportasi umum Maumere-Ende. Mungkin karena alasan penginapan mereka banyak bermalam di Moni," kata Iwan.

Sementara para pengunjung pantai Koka memberi kesan yang berbeda-beda baik karena alasan rekreasi, piknik keluarga maupun tempat bernoltalgia bagi kaum remaja dan kaum muda.

"Sebulan sekali, ada agenda piknik keluarga ke pantai Koka. Ada suasana yang beda dengan keluarga terutama untuk kegembiraan dan keceriaan anak-anak," kesan Maria Elisabeth yang mengaku berasal dari Ende.

"Alam pantai Koka sangat indah dan pasirnya putih bersih. Karena penasaran, bersama teman-teman kami meluangkan waktu akhir pekan dengan rekreasi dan foto bersama di pantai Koka.

Banyak teman yang merasa terkesan dengan keindahan alamnya," pungkas Ello Shaleh yang baru menyelesaikan kuliahnya di kota Kupang ini.

 

--- Guche Montero

Komentar