Breaking News

INTERNASIONAL Petrus R Golose Bicara Tentang Penanganan Terorisme di University of Chicago 25 Nov 2019 16:58

Article image
Kapolda Bali Irjen Pol Dr. Petrus Reinhard Golose menjadi pembicara dalam diskusi di Chicago, Amerika Serikat . (Foto: ist)
Petrus mendapat sambutan meriah atas paparannya dan didaulat untuk memberikan ceramah kepada mahasiswa dan peneliti dari University of Chicago pada Project on Security & Threats.

CHICAGO, IndonesiaSatu.co -- Polri adalah garda terdepan dalam menangani kasus terorisme, bekerja sama dengan stakeholder emergency services dan juga bagaimana Indonesia selama ini dapat mengelola krisis paska serangan teroris secara cepat dan terukur.

Demikian diungkapkan Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose ketika tampil menjadi pembicara dalam diskusi  bertajuk 'Uniting Against the Next Attack' di Chicago, Amerika Serikat .

Kehadiran Petrus di negara adidaya tersebut berkat undangan Prof. Robert Pape, Director of University of Chicago Project on Security & Threats.

"Termasuk bagaimana tragedi bom Bali 1 dan 2, Thamrin 2016, Surabaya 2018 dan Medan 2019 ditangani secara cepat," ujar Petrus seperti dikutip dari Tribun News, Sabtu (23/11/2019).

Petrus juga memaparkan mengenai Undang Undang Republik Indonesia No. 5 tahun 2018 yang efektif dalam pelaksanaan preemptive strike untuk pencegahan serangan terorisme hingga antisipasi propaganda hoax terorisme menggunakan platform sosial media.

Paparan Petrus mendapat sambutan meriah para mahasiswa dan peneliti dari University of Chicago pada Project on Security & Threats.

Sedangkan pada pidato pembukaan, Michèle Coninsx selaku Assistant Secretary-General & Executive Director dari Badan PBB CTED menyinggung contoh bagaimana kota kota di dunia termasuk Indonesia berhasil bangkit menghadapi teroris.

Kota-kota lain dapat belajar bagaimana menilai manajemen risiko penanganan serangan teror dan menurunkan level risiko nya.

Sementara keynote address dari Russell "Russ" Travers selaku Acting Director of the National Counterterrorism Center (NCTC) menyampaikan pengalamannya bagaimana saat ini kerja sama para penegak hukum dalam menangani terorisme sangat penting dilakukan.

Tidak hanya kepada sesama organisasi penegak hukum tapi juga kerja sama harus dilakukan kepada para ahli akademisi sehingga dapat menemukan formula yang benar dalam penanganan terorisme di dunia.

Menurup pembicaraan, Russell menyampaikan bahwa saat ini terorisme sedang berevolusi maka kita juga harus berevolusi dengan cara meningkatkan hubungan baik dengan negara lain.

Dalam kegiatan pertukaran pengalaman dan wawasan tentang kota-kota di dunia menghadapi paska serangan teror ini, hadir juga para pakar pengamanan  dan akademisi dunia antara lain dari United Nations (PBB), Amerika Serikat, Inggris, Indonesia, Australia, Turki, Maroko, Perancis, Skotlandia, Israel.

Hadir juga pelaku bisnis besar dunia seperti Motorola dan Amazon yang mempelajari perilaku dari teroris dunia dan trend saat ini yaitu propaganda di sosial media.

--- Simon Leya

Komentar