Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

REGIONAL Pilgub NTT; KPU NTT Tetapkan Perubahan DPT 06 Jun 2018 22:07

Article image
Ketua KPU NTT, Maryanti Luturmas Adoe (Foto: Ist)
DPT pilgub NTT mengalami penambahan dari rekapitulasi sebelumnya berjumlah 3. 177.562 orang, saat ini bertambah menjadi 3.186.506 pemilih.

KUPANG, IndonesiaSatu.co—Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menggelar rapat pleno terbuka yang berlangsung di Aula KPU NTT, Rabu (6/6/18) dalam rangka penetapan perubahan rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap (DPT) menjelang pemilihan Gubernur (pilgub) NTT pada 27 mendatang.

Ketua KPU NTT, Maryanti Luturmas Adoe pada acara rapat pleno terbuka tersebut mengatakan bahwa DPT pilgub NTT mengalami penambahan dari rekapitulasi sebelumnya berjumlah 3. 177.562 orang, saat ini bertambah menjadi 3.186.506 pemilih.

“DPT Pilgub NTT mengalami penambahan atau perubahan. Hal itu karena adanya perubahan jumlah pemilih di enam kabupaten yakni Kabupaten Kupang, Lembata, Manggarai, Manggarai Timur, Sikka dan kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Perubahan ini karena adanya pengecekan dan penelusuran penyelenggara dan Dukcapil di masing-masing daerah. Ada juga yang karena temuan penelusuran KPU RI dan dukcapil," ungkap Maryanti.

Atas perubahan ini, jelas Maryanti, KPU NTT mengharapkan agar Badan pengawas Pemilu (Bawaslu) dapat berkoordinasi dengan jajaran panitia pengawas (panwas) kabupaten dan kota terkait DPT, karena perbaikan DPT ini hanya terjadi satu kali, mengingat surat suara telah dicetak.

“Khusus di kabupaten Manggarai, ada pengurangan DPT. Namun pencetakan surat suara sudah dilakukan sesuai DPT awal. Jadi, surat suaranya nanti tidak diserahkan sesuai perubahan data," terangnya.

Sementara Anggota KPU NTT, Thresia Siti menambahkan bahwa adanya perubahan DPT di pilgub NTT karena beberapa hal yakni adanya rekomendasi panwas masing-masing daerah. Khusus untuk kabupaten Lembata dan Sikka, perubahan itu karena adanya temuan data yang sudah ditelusuri KPU RI dan tim verifikasi. Setelah ditelusuri ternyata ditemukan data sehingga datanya dimasukan dalam perubahan DPT," tambah Siti.

Hal senada diutarakan Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga, Jemris Fointuna. Menurutnya, adanya perubahan DPT karena temuan dan rekomendasi panwas sehingga datanya diperbaiki.

"Meskipun perubahan sudah dilakukan di tingkat kabupaten, namun panwaskab akan terus melakukan pencermatan dan penelusuran, selain pengawasan. Apabila ada temuan, maka kami sampaikan ke KPU untuk antsipasi adanya penyalahgunaan C6," tandas Jemris.

--- Guche Montero

Komentar