Breaking News
  • 12 parpol lama lolos verifikasi faktual
  • 150 ton bahan narkoba asal China gagal masuk ke Indonesia
  • Eropa murka, siap jawab tantangan perang dagang Donald Trump
  • KM Pinang Jaya tenggelam di Laut Jawa akibat cuaca buruk
  • Presiden Jokowi masih pertimbangan Plt Gubernur dari Polri

POLITIK Pilkada Jatim, Yenny Wahid Tolak Tawaran Prabowo 04 Jan 2018 06:59

Article image
Yenny Wahid berbicara kepada pers saat keluar dari kediaman Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. (Foto: ist)
Sebagai putri dari tokoh NU, dirinya memiliki tugas sejarah untuk menjaga keutuhan NU dengan tak memasuki langsung kontestasi politik praktis.

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemilihan Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim) yang diprediksi bakal seru dengan tampilnya Yenny Wahid gagal terlaksana. Hal ini terjadi karena  putri kedua presiden keempat RI Abdurrahman Wahid tersebut menolak pinangan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Penolakan Yenny tentu saja membuat Prabowo sedih. Meskipun demikian Prabowo menghormati keputusan Yenny.

"Dengan sedih saya menerima dan menghormati, tapi ya mau diapakan lagi," kata Prabowo di kediamannya di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (3/1/2018).

Yenny diundang Prabowo di kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta, Rabu (3/1/2018) untuk mendengar jawabannya sehubungan dengan keinginan Partai Gerindra untuk mengusungnya pada Pilgub Jatim.

Yenny menolak ajakan Prabowo dengan beberapa syarat. Pertama, oleh beberapa sesepuh Nahdlatul Ulama (NU) dan anggota keluarganya Yenny mengaku tak diizinkan untuk maju pada Pilgub Jatim.

"Dari sesepuh, bunda saya iya (tidak menginginkan dirinya maju)," kata Yenny.

Kedua, Yenny mempertimbangkan keutuhan NU di Jawa Timur jika dirinya maju sebagai calon gubernur. Sebagai putri dari tokoh NU, dirinya memiliki tugas sejarah untuk menjaga keutuhan NU dengan tak memasuki langsung kontestasi politik praktis.

Menurut Yenny, NU sudah menyumbangkan dua kader terbaiknya di Pilkada Jawa Timur, yakni Saifulah Yusuf dan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. Karena itu dia hanya berdoa nantinya yang terpilih adalah kader terbaik NU.

"Jadi kita doakan yang paling baik yang akan menang. Dan yang bisa membawa kemaslahatan atau kebaikan untuk masyarakat Jawa Timur," lanjut Yenny.

"Tawaran tersebut saya pertimbangkan dengan matang, tetapi kami keluarga Gus Dur meyakini punya tugas sejarah untuk menjaga bangsa ini dan memastikan keluarga NU tidak pecah," kata Yenny.

--- Simon Leya

Komentar