Breaking News
  • Banjir landa 21 kelurahan di Tebing Tinggi
  • Imigrasi Ngurah Rai beri "exit pass" seminggu bagi wisman
  • Jokowi: Kawasan GBK Harus Jadi Ruang Publik Bagi Masyarakat
  • PVMBG: gas SO2 Gunung Agung menurun
  • Sebanyak 50 ton ikan Danau Maninjau mati

INTERNASIONAL Pilot Pingsan di Ketinggian 9000 Meter, Pesawat Selamat Mendarat Darurat 10 Oct 2017 13:24

Article image
Salah satu pesawat milik maskapai Thomson Airways. (Foto: getty images)
Salah seorang penumpang yang tak disebutkan identitasnya mengatakan, ia sempat melihat tumpahan kopi dan tubuh pilot tergeletak di lantai kokpit.

SOFIA, IndonesiaSatu.co -- Sebuah pesawat komersial milik maskapai asal Irlandia Utara, Thomson Airways, berhasil mendarat darurat akibat insiden pingsannya pilot utama sekitar 15 menit setelah lepas landas, Senin malam (9/10/2017). Dikutip dari Huffingtonpost.de, Selasa (10/10/2017), pesawat dengan nomor penerbangan 1714 itu mendarat dengan selamat di Sofia, ibu kota Bulgaria.

Saat terjadi insiden pesawat tersebut tengah berada di ketinggian 9000 meter dalam penerbangan dari Newcastle, Inggris, menuju Larnaca, Siprus. Pilot utama diketahui pingsan dan tergeletak di lantai kokpit. Co-pilot segera menangani situasi darurat dan berhasil mendaratkan pesawat di Sofia.

Salah seorang penumpang yang tak disebutkan identitasnya mengatakan, ia sempat melihat tumpahan kopi dan tubuh pilot tergeletak di lantai kokpit.

"Terasa sangat menakutkan. Saya melihat ada kopi yang tumpah ke lantai kokpit dan seseorang jatuh tergeletak di sana dan ternyata pilot pesawat. Tentu ini bukan pemandangan yang ingin Anda saksikan di dalam pesawat," ungkap penumpang tersebut seperti dikutip dari Huffingtonpost.de, Selasa (10/10/2017).

Kejadian tersebut menyebabkan para penumpang pesawat terpaksa menunda penerbangan ke Siprus. Pihak Thomson Airways menginapkan seluruh penumpang di sebuah hotel selama satu hari.

Dalam keterangan resminya, otoritas maskapai tersebut mengakui gangguan kesehatan yang tiba-tiba dialami pilotnya.

"Kami pastikan, bahwa seorang pilot kami tiba-tiba terkena gangguan kesehatan. Karena itu kami putuskan untuk mengalihkan penerbangan ke bandara di Sofia, Bulgaria, karena posisinya paling dekat dari titik kejadian. Tujuannya agar penumpang selamat dan pilot kami bisa segera ditangani di rumah sakit terdekat," demikian penjelasan Thomson Airways.

Meski perjalanan tertunda, para penumpang tidak mengeluh. Mereka justru menunjukkan simpati terhadap pilot yang mendadak terkena gangguan kesehatan dan pingsan itu. Sikap para penumpang diapresiasi oleh Thomson Airways.

--- Rikard Mosa Dhae