Breaking News
  • Bekasi siapkan 1000 polisi kawal buruh pada May Day
  • Bupati Mojokerto ditetapkan tersangka suap dan gratifikasi
  • Evakuasi pesawat Lion belum selesai, bandara Gorontalo masih ditutup
  • INKA Mulai Kirim "LRT" ke Sumatera Selatan
  • Jokowi Akan Jajaki Ruas Jalan Trans Papua-Papua Barat

POLITIK Pilwakot Bogor; Dadang-STS Komit Wujudkan Bogor BERSIH 27 Jan 2018 12:27

Article image
Pasangan calon Walikota-calon Wakil Walikota Bogor, Dadang-STS saat Deklarasi (Foto: Ist)
“Saya mengikuti semua proses ini tidak dengan cek kosong. Selama puluhan tahun sudah turun langsung, berjuang dan berada di tengah masyarakat bahkan sejak masih kuliah sebagai aktivis keadilan untuk masyarakat. Pilihan untuk terjun dalam kontestasi polit

BOGOR, IndonesiaSatu.co-- Pasangan calon Walikota-calon Wakil Walikota Bogor periode 2018-2023, Dadang Iskandar Danubrata-Sugeng Teguh Santoso (paket Dadang-STS) menyatakan komitmen untuk mewujudkan kota Bogor BERSIH dan berkeadilan sosial.

Hal itu diungkapkan saat menggelar Deklarasi Paket Dadang-STS bersama segenap masyarakat, tim relawan dan partai pengusung. Keduanya resmi diusung Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk bertarung dalam Pemilihan Walikota (pilwakot) Bogor tahun 2018.

Calon Wakil Walikota, Sugeng Teguh Santoso mengatakan bahwa pencalonan dirinya bersama Dadang merupakan bagian dari proses panjang yang telah dilewatinya bersama masyarakat Kota Bogor baik pelayanan hukum sebagai Advokat Peradi selama 27 tahun, wadah Yayasan Satu Keadilan (YSK), Lembaga Bantuan Hukum (LBH) maupun momen silaturahmi dengan berbagai elemen masyarakat.

“Saya mengikuti semua proses ini tidak dengan cek kosong. Selama puluhan tahun sudah turun langsung, berjuang dan berada di tengah masyarakat bahkan sejak masih kuliah sebagai aktivis keadilan untuk masyarakat. Pilihan untuk terjun dalam kontestasi politik di pilkada 2018 merupakan komimen hati nurani dengan paradigma yang berbeda, yaitu paradigma politik yang melayani rakyat, tidak basa-basi atau sekedar mengumbar janji supaya dipilih rakyat,” ungkap STS kepada media ini, Jumat (26/1/18).

STS menerangkan, bahwa sejak tahun 2012 dirinya mendirikan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Keadilan Bogor Raya, menggagas Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Bogor juga terlibat aktif dalam pelayanan bantuan hukum, perjuangan kesetaraan sosial-kemanusiaan hingga mendirikan Pondok Pesantren.

“Sudah hampir 30 tahun saya melakukan pembelaan untuk masyarakat kecil yang tertindas dan kelompok-kelompok minoritas yang diperlakukan secara diskriminatif oleh pemerintah kota saat akan merayakan hari Asyuro, terlibat dalam berbagai advokasi dan bantuan hukum, menegakkan kesetaraan sosial dan memperjuangkan keadilan bagi kelompok yang tertindas. Ini bukan hanya soal pilihan politik melainkan komitmen untuk melayani masyarakat Kota Bogor,” ujar Advokat Peradi ini.

Menurutnya, Kota Bogor membutuhkan kepemimpinan yang visioner dan pemimpin bersih yang berpihak pada kepentingan masyarakat untuk mewujudkan keadilan sosial.

“Dengan visi membangun Kota Bogor yang bersih dan berkeadilan sosial, maka segala program sosial baik kesehatan, kesejahteraan masyarakat, tenaga kerja, kesetaraan dan keadilan hukum, dapat terwujud. Keadilan sosial juga mencakup regulasi pengelolan anggaran daerah (APBD) bagi kepentingan rakyat, pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) serta peningkatan taraf hidup dan kemandirian daerah,” imbuhnya.

Optimis

Setelah resmi mendeklarasikan diri bersama calon Walikota, STS mengaku optimis dengan dinamika politik yang selalu menekankan latar belakang calon (personality), kapasitas, elektabilitas, integritas, kredibilitas serta sepak terjang (track record). Menurutnya, faktor finansial (uang) bukan menjadi jaminan melainkan niat untuk sungguh-sungguh melayani. Meski sesuai Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) para Paslon Kepala Daerah yang memiliki harta kekayaan terbesar yakni senilai 85 miliar lebih, namun dirinya mengaku kekayaan itu tidak digunakan untuk dana kampanye bersama pasangannya.

"Bersama pasangan yang diusung, saya juga tidak mau aset tersebut dipakai sebagai 'taruhan' untuk sekadar mendapatkan kemenangan dalam Pilwakot nanti. Karena dana yang akan digunakan untuk kampaye sudah saya siapkan secara terukur. Lagipula LHKPN tersebut berupa investasi tanah sehingga tidak dapat dicairkan," ujarnya.

Ia optimis bahwa amanah yang diberikan oleh partai pengusung bersama pasangannya, selain merupakan kepercayaan juga tanggung jawab moril untuk sungguh-sungguh mewujudkan keadilan sosial bagi rakyat Kota Bogor jika diberikan amanah oleh rakyat.

“Kami optimis. Bukan semata memikirkan kekuasaan, melainkan bagaimana dapat memimpin dengan hati nurani untuk melayani masyarakat sesuai anggaran daerah yang dipercayakan oleh Negara melalui pemerintah pusat. Kami komit untuk mewujudkan Bogor BERSIH dan Kota Bogor yang berkeadilan sosial,” tandasnya.

Selain pasangan calon Dadang-STS, ada tiga pasangan calon lain yang juga bertarung dalam Pilwakot Bogor yakni Bima Arya Sugiarto-Dedie A. Rachim yang diusung Partai PAN, Demokrat, Golkar, Nasdem, Hanura, PBB dan Perindo; pasangan tunggal dari jalur perseorangan/independen, Edgar Suratman-Sefwelly Ginanjar Djoyodiningrat serta pasangan calon Achmad Ruyat-Zaenul Mutaqin yang diusung Partai Gerindra, PKS, dan PPP.

 

--- Guche Montero

Komentar