Breaking News

REGIONAL Pimpin Ekaristi Syukuran Senator Angelo, Uskup Sensi: Jadikan Tugas Senator Sebagai Misi Perutusan 28 Dec 2019 09:57

Article image
Uskup Agung Ende, Mgr. Vincentius Sensi Potokota, Pr dan para imam konselebran saat memimpin perayaan Ekaristi Syukuran dan Natal Bersama Senator Angelo Wake Kako. (Foto: Kim Seke)
"Perayaan hari ini tidak semata ungkapan syukur atas apa yang sudah kita raih, tetapi terutama perayaan perutusan. Jadikan tugas Senator sebagai misi perutusan," kata Uskup Sensi.

ENDE, IndonesiaSatu.co-- Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI perwakilan Nusa Tenggara Timur (NTT), Angelius Wake Kako bersama keluarga, keluarga besar dan Panitia, menggelar acara Syukuran dan Perayaan Natal Bersama bertempat di lapangan kantor Camat Ende, Nangaba, Jumat (27/12/19).

Disaksikan media ini, acara syukuran bertemakan "Perutusan" ini diawali dengan perayaan Ekaristi Kudus yang dipimpin Uskup Agung Ende, Mgr. Vincentius Sensi Potokota, Pr didampingi para imam konselebran, biarawan-biarawati serta ribuan umat dari berbagai daerah di Flores, NTT.

Dalam kata pengantar dan kotbahnya, Uskup Sensi mengatakan bahwa kepercayaan dan kesetian harus menjadi dasar pijak rasa syukur.

"Perayaan hari ini tidak semata ungkapan syukur atas apa yang sudah kita raih, tetapi terutama perayaan perutusan. Angelo dan kita semua telah mendapat kepercayaan, dan hal itu bisa diemban jika kita semua dengan ikhlas mendukung Angelo agar mau belajar setia pada misi perutusannya sebagai Senator. Jadikan tugas Senator sebagai misi perutusan," kata Uskup Sensi.

Secara biblis, Uskup Sensi mengajak umat untuk belajar dari dinamika pendidikan Sang Guru Yesus kepada para murid-Nya terutama Rasul Yohanes yang pestanya diperingati pada hari tersebut.

"Bercerminlah pada keteladanan Yohanes dan para murid Yesus. Para murid diberi kepercayaan sekaligus kesetiaan untuk tetap menjaga kepercayaan itu. Teruslah belajar mencari tahu seperti Yohanes, mencari tahu apa yang menjadi aspirasi masyarakat. Buktikan kepercayaan itu dan jangan puas diri dengan apa yang ada sekarang," kata Uskup.

Uskup Sensi menganalogikan bahwa apa yang diraih Angelo saat ini dengan upaya mendaki sebuah bukit.

Menurut Uskup, sebagai anak muda yang "baru kemarin" masuk ke kancah politik nasional, Angelo masih berada di kaki bukit sambil menatap 'segunung' tantangan dan terjalnya persaingan.

"Angelo, jangan pernah merasa puas diri dengan apa yang ada sekarang. Belum apa-apa, masih di kaki bukit, setengah pun belum, apalagi mencapai puncak. Inilah motivasi perutusan politik. Hendaknya teladan Yohanes menjadi inspirasi dan aspirasi dalam tugas perutusan selanjutnya," lanjut Uskup.

Vox Populi Vox Dei

Uskup Sensi dalam kotbahnya, juga menyinggung soal tanggung jawab Senator dalam mengemban amanah rakyat NTT.

"Ada spirit yang harus melekat dalam setiap tugas perutusan politik, karena kepercayaan itu sudah diberikan oleh masyarakat (umat, red). Suara rakyat adalah suara Tuhan (vox populi vox Dei). Jadikan itu sebagai tanggung jawab moril bahwa rakyat (umat) tidak salah menentukan pilihan dan kepercayaan mereka," kata Uskup.

Pada bagian akhir kotbahnya, Uskup Sensi yang mengaku sudah cukup dekat mengenal Senator Angelo ini, berpesan agar kepentingan umum (bonum commune) harus diutamakan.

"Kemuliaan kursi (kekuasaan, red) bergantung pada sukses tidaknya suatu perutusan. Harus pastikan bahwa NKRI tetap utuh dan tidak roboh. Pulihkan nama baik NTT, teruslah berkiprah menjadi tokoh muda Katolik, menjadi kebanggaan NTT dan kami semua," pesan Uskup.

Uskup menasehati agar masyarakat (umat) terus mendukung dan tidak membebankan Angelo dengan pelbagai permintaan dan tuntutan.

"Biarkan Angelo bekerja sesuai amanah konstitusi. Jangan membebankan Angelo dengan berbagai tuntutan dan harapan. Berikanlah dukungan dengan ikhlas, tanpa berharap menerima balasan. Kita berharap agar Angelo terus menjadi salah satu tokoh yang akan berkiprah di kancah Nasional. Dukungan kita adalah juga bagian dari perutusan. Dialah tokoh kebanggaan kita," tutup Uskup Sensi.

--- Guche Montero

Komentar