Breaking News

REGIONAL PLN Hadirkan Solusi Energi Hijau bagi Masyarakat Ende lewat Kompor Pelet 27 Jun 2021 12:22

Article image
Launching Kompor Pelet buatan SMK Negeri 2 Ende hasil kerjasama dengan PLN. (Foto: Dok.PLN)
"Saat ini memang pemakaian Pelet oleh warga masih terkendala pada kompor. Namun, sekali lagi PLN telah punya solusi. Saat ini sedang dikembangkan kompor buatan SMK Negeri 2 Ende," ujar Jatmiko.

ENDE, IndonesiaSatu.co-- Perusahaan Listrik Negara (Persero) membuat gebrakan inovatif melalui Pelet, dengan mengolah sampah biomassa sebagai pengganti bahan bakar minyak tanah bagi masyarakat.

Rofika, salah satu pengguna kompor Pelet dan pengelola Pelet di Ende menyampaikan bahwa inovasi Pelet ini pertama dan menjadi solusi bagi masyarakat Ende, karena minyak tanah langka dan juga dibatasi dalam proses pembelian.

"Inovasi Pelet dari PLN ini menjawab permasalahan masyarakat Ende dalam pengelolaan sampah dan pengganti minyak tanah," kesan Rofika yang mengaku sudah menggunakan kompor Pelet dan bagus. 

Rofika menerangkan, sampah ditukarkan dengan pelet yang per 1 kg hanya Rp 600, sehingga uang yang biasa digunakan untuk membeli minyak tanah, bisa dipakai untuk kebutuhan lain.

Ia menuturkan, setiap hari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menerima sampah dari masyarakat untuk dikelola dan dipeuyeumisasi. Selanjutnya, sampah biomassa dibawa ke PLTD Mautapaga Ende untuk diolah lagi menjadi Pelet.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT, Agustinus Jatmiko, menyebutkan bahwa Pelet yang dihasilkan; sebanyak  80 persen diserap untuk bahan bakar pembangkit PLTU Ropa dan 20 persen untuk kebutuhan warga.

"Saat ini memang pemakaian Pelet oleh warga masih terkendala pada kompor. Namun, sekali lagi PLN telah punya solusi. Saat ini sedang dikembangkan kompor buatan SMK Negeri 2 Ende," ujar Jatmiko.

Adapun SMK Negeri 2 Ende dilatih oleh PLN untuk membuat kompor Pelet dengan teknik downdraft gasification jadi gasifikasi kompor (gasification stove).

"Kompor ini juga akan di-launching bersamaan dengan acara Launching Continuous Firing Run. Bupati Ende memberikan kompor gratis untuk 35 Kepala Keluarga (KK) di Desa Keliwumbu," terangnya.

Selain itu, PLN juga telah melatih pengrajin ke desa keramik yang berhasil membuat kompor Pelet dari tanah liat yang lebih murah.

“Karena akan percuma kalau ada Pelet tetapi warga tidak dapat memakainya karena tidak ada kompor. Semakin banyak warga yang memakai kompor pelet ini, maka warga banyak terbantu,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Ende, Fransisco Soares mengaku bangga dan mengapresiasi bantuan PLN yang hampir setengah tahun praktek kerja electricity.

Fransisco berharap agar ke depan tidak hanya kompor tetapi juga mesin. 

"Jadi cita dari pogram untuk Indonesia. Dengan kehadiran kompor ini dapat mengatasi kelangkaan," katanya.

Ia mengaku, di Ende, dari SD hingga SMA sudah membentuk bank sampah, sehingga bisa barter sampah dengan pelet. "Dengan kolaborasi yang baik seperti ini, tentu bisa menjawabi kebutuhan masyarakat di kabupaten Ende," dukungnya.

--- Guche Montero

Komentar