Breaking News
  • 12 parpol lama lolos verifikasi faktual
  • 150 ton bahan narkoba asal China gagal masuk ke Indonesia
  • Eropa murka, siap jawab tantangan perang dagang Donald Trump
  • KM Pinang Jaya tenggelam di Laut Jawa akibat cuaca buruk
  • Presiden Jokowi masih pertimbangan Plt Gubernur dari Polri

ENERGI PLN Raih Pinjaman Rp 16,3 Triliun dari Sindikasi Kreditur Nasional 02 Nov 2017 18:57

Article image
Gardu PLN. (Foto: Ist)
Pinjaman berjangka waktu 10 tahun tersebut akan digunakan mendanai proyek infrastruktur ketenagalistrikan.

JAKARTA IndoneiaSatu.co -- PT PLN (Persero) memperoleh pinjaman investasi dengan nilai total Rp16,3 triliun dari sindikasi lembaga keuangan bank dan nonbank nasional melalui skema konvensional dan syariah.

Direktur Utama PLN Sofyan Basir dalam siaran pers perusahaan di Jakarta, Kamis (2/11) mengatakan kredit investasi tersebut mencakup pinjaman dengan skema konvensional senilai Rp12 triliun dan skema syariah senilai Rp4,3 triliun.

"Untuk pertama kalinya, PLN melakukan penandatanganan kredit investasi skema syariah dan ini merupakan kredit investasi skema syariah terbesar di Indonesia. Semoga ini memberikan berkah pada PLN dalam membangun infrastruktur kelistrikan dan semakin mendorong perkembangan industri keuangan syariah di Indonesia," katanya.

Ia mengatakan pinjaman berjangka waktu 10 tahun tersebut akan digunakan mendanai proyek infrastruktur ketenagalistrikan.

Pinjaman tersebut, ia menjelaskan, juga merupakan bentuk nyata kepercayaan lembaga keuangan bank dan nonbank nasional terhadap pengelolaan keuangan PLN yang tetap prudent dalam masa pembangunan atau ekspansi.

Seiring kemajuan program 35.000 MW, Sofyan mengatakan, kebutuhan investasi PLN pada 2017 diperkirakan terealisasi sekitar Rp86 triliun atau meningkat 43 persen dibandingkan realisasi 2016.

Realisasi investasi itu juga mendorong tercapainya rasio elektrifikasi nasional sebesar 93 persen per September 2017.

Sedangkan, total aset PLN per 30 September 2017 tercatat Rp1.312 triliun atau meningkat tiga persen dibandingkan 31 Desember 2016 sebesar Rp1.274 triliun.

"Langkah-langkah strategis yang dilakukan oleh pemerintah dan PLN, sudah mulai terlihat hasilnya dan dirasakan secara nyata oleh masyarakat," ujarnya.

Sofyan menambahkan bahwa kalau pada Januari 2015 masih ada 11 dari 22 sistem besar kelistrikan dalam kondisi defisit listrik, maka saat ini seluruh sistem besar tersebut sudah tercukupi beban puncaknya.

Ia menjelaskan pula bahwa program 35.000 MW tidak hanya ditujukan meningkatkan ketersediaan listrik, namun juga untuk menyediakan listrik dengan harga terjangkau bagi masyarakat dan kompetitif bagi industri serta bisnis guna menunjang pertumbuhan ekonomi nasional.

"Mengingat kebutuhan dana untuk investasi ini cukup signifikan, sehingga tidak dapat dipenuhi dari dana internal PLN dan pemerintah, maka dukungan dari semua pihak termasuk lembaga keuangan bank dan nonbank menjadi sangat berarti bagi PLN," kata Sofyan.

Perbankan dan lembaga keuangan nasional, menurut dia, berperan penting dalam menyediakan dana yang dibutuhkan untuk pembiayaan kegiatan investasi dan merupakan salah satu kunci keberhasilan penyelesaian pembangunan infrastruktur kelistrikan 35.000 MW.

"Kami ucapkan terima kasih untuk seluruh pihak perbankan dan lembaga keuangan yang terlibat dalam sindikasi hari ini dalam menyediakan pendanaan investasi bagi PLN. Kami berharap, kerja sama ini akan terus berlanjut dengan lebih baik," katanya.

--- Sandy Romualdus

Komentar