Breaking News

INTERNASIONAL PM Jacinda Ardern: Ramahlah Kepada Umat Islam 20 Mar 2019 13:39

Article image
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengunjungi dan memeluk keluarga korban penembakan di Christchurch. (Foto: Arabian Business)
Pasca kejadian, suasana di Selandia Baru berangsur normal meski tetap ada rasa khawatir dan sedih. Tidak ada hoax, tidak ada orang serta kelompok yang mempolitisir keadaan untuk kepentingan tertentu.

Oleh Tantowi Yahya

TEMAN-temanku yang baik, penembakan di Christchurch masih menimbulkan kesedihan mendalam dan kemarahan seluruh warga Selandia Baru. Perasaan itu mereka tumpahkan bukan dalam bentuk ajakan kebencian, tapi seruan untuk saling menyayangi.

Hari Minggu lalu hampir 12.000 warga Wellington dari berbagai agama dan ras memenuhi sebuah lapangan untuk bersama-sama berdoa untuk kedamaian mereka yang telah menjadi korban, dan ketabahan mereka yang ditinggalkan.

Jumat besok, warga Wellington kembali akan berkumpul untuk memperingati seminggu aksi teror tesebut di mana yang perempuan diharapkan untuk mengenakan tutup kepala seperti hijab sebagai bentuk penghormatan kepada umat Islam.

PM Jacinda Ardern yang merupakan pemimpin dunia termuda (38 tahun) dan dianggap tidak berpengalaman menunjukkan kelasnya sebagai pemimpin yang berani dan berempati. Dalam waktu yang cepat ia mengumumkan ke dunia, penembakan brutal di Christchursch sebagai Aksi Terorisme. Hal yang tidak dilakukan oleh pemimpin dunia manapun ketika di negerinya terjadi aksi brutal yang memakan korban umat Islam.

Sehari setelah penembakan ia langsung terbang ke Christchurch menemui para korban dan keluarganya untuk menunjukkan simpati dan perhatiannya sebagai kepala pemerintahan. Dia memeluk keluarga korban dan membisikkan agar tenang dan tabah. Pemerintahnya akan bergerak cepat untuk memastikan semuanya akan kembali normal. Dia pun memberikan jaminan kepada keluarga yang ditinggalkan.

Ketika Presiden Trump meneleponnya dan bertanya apa yang Amerika bisa dilakukan, dia jawab: "Ramahlah kepada umat Islam". Tak berapa lama Trump bikin Tweet " I love New Zealand".

Pasca kejadian, suasana di Selandia Baru berangsur normal meski tetap ada rasa khawatir dan sedih. Tidak ada hoax, tidak ada orang serta kelompok yang mempolitisir keadaan untuk kepentingan tertentu. Tidak ada pula yang maki-maki dan demo untuk melampiaskan kemarahan. Semuanya mendengarkan dan turut ke pemerintah karena mereka tahu pemerintah akan membuat perhitungan ke teroris dengan caranya sendiri. 

Penulis adalah Dubes RI Untuk Selandia Baru

Komentar