Breaking News

INTERNASIONAL PM Kanada Tuding Iran “Tak Sengaja” Tembak Jatuh Pesawat Ukraina 10 Jan 2020 09:32

Article image
Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau. (Foto: spiegel.de)
Kepala Organisasi Penerbangan Sipil Iran Ali Abedzadeh membantah tudingan maupun teori bahwa pesawat naas tersebut tertembak rudal Iran karena tidak ada puing rudal di lokasi jatuhnya pesawat.

 OTTAWA, IndonesiaSatu.co -- Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau menuding militer Iran secara “tak sengaja” telah menembak pesawat Ukrainian International Airlines (UIA) yang jatuh sesaat setelah lepas landas di Teheran, (Rabu, 8/1/2020) lalu.

Dilansir Spiegel Online, Jumat (10/1/2020), hal tersebut dikemukakan PM Trudeau berdasarkan sejumlah laporan intelijen yang mendukung tudingannya.

"Kami memiliki sejumlah informasi intelijen dari berbagai sumber," ungkap Trudeau seperti dikuitp dari Spiegel.de, Jumat (10/1/2020)..

Ia menambahkan, pesawat dengan kode penerbangan 752 tersebut diduga kuat ditembak jatuh oleh rudal darat-ke-udara Iran.

Namun Trudeau menegaskan, hal tersebut mungkin “tidak disengaja” dan tidak ingin mengambil kesimpulan prematur atau menyalahkan pihak tertentu terkait insiden tersebut.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan “kecurigaan bahwa seseorang dapat saja membuat kekeliruan” dalam kecelakaan pesawat Boeing 737 yang menewaskan 176 penumpang dan awak kabin itu.

Sementara itu, Kepala Organisasi Penerbangan Sipil Iran Ali Abedzadeh membantah tudingan maupun teori bahwa pesawat naas tersebut tertembak rudal Iran karena tidak ada puing rudal yang ditemukan di lokasi jatuhnya pesawat.

"Tidak mungkin rudal menghantam pesawat Ukraina dan tudingan maupun rumor seperti itu tidak masuk akal," kata Abedzadeh.

Seperti diberitakan, pesawat komersial UIA 752 jatuh beberapa menit setelah lepas landas dari Teheran. Seluruh 176 penumpang dan awak pesawat tersebut tewas, di antaranya 82 warga Iran, 63 warga Kanada, dan 11 warga Ukraina.

Kecelakaan tersebut terjadi tak lama setelah Korps Garda Revolusi Islam melancarkan serangan rudal ke basis militer AS di Irak sebagai aksi balasan atas tewasnya Komandan Pasukan Quds Iran Mayor Jenderal Qasem Soleimani.

--- Rikard Mosa Dhae