Breaking News

REGIONAL PMKRI Maumere Kritisi Langkah Pemda Sikka Soal Bantuan Beasiswa 27 Jun 2019 13:34

Article image
DPC PMKRI Cabang Maumere saat beraudiensi dengan Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo. (Foto: Lenterapos.com)
“Program ini berangkat dari data pendidikan Kabupaten Sikka, di mana 60 % dari masyarakat Sikka yang berpendidikan terakhir Sekolah Dasar (SD),” ungkap Bupati Roby.

MAUMERE, IndonesiaSatu.co-- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Mahasiswa Katolik Rapublik Indonesia (PMKRI) Maumere Santo Thomas Morus, memberikan tanggapan kritis terhadap kebijakan Pemerintah daerah (pemda) Kabupaten Sikka terkait bantuan dana pendidikan (beasiswa) bagi calon mahasiswa.

Hal itu disampaikan DPC PMKRI saat beraudiensi dengan Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo di rumah jabatan (rujab) Bupati Sikka, Rabu (26/6/19).

Dilansir Lenterapos.com, Presidium Gerakan Kemasyarakatan, Filipus Kako Pati yang membuka alur diskusi mengatakan bahwa tujuan audiensi tersebut ingin menyampaikan tanggapan kritis PMKRI berdasarkan hasil investigasi, diskusi dan advokasi.

“Kami melihat bahwa kebijakan Bupati terkait bantuan dana pendidikan ini, melahirkan kontra persepsi di tengah masyarakat Sikka. Di satu sisi bahwa kebijakan ini sungguh sangat membantu masyarakat yang lemah secara ekonomi," ungkap Fil.

Meski demikian, lanjut Fil, kebijakan tersebut di lain sisi dipandang publik bahwa Pemda mencuri start. Bahkan, perihal tersebut melalui media sosial telah melahirkan konflik antara Bupati dan DPRD Kabupaten Sikka.

"Dalam ketetapan APBD Tahun Anggaran 2019, program bantuan beasiswa bagi calon mahasiswa belum mencapai tahapan pembahasan bersama DPRD Sikka," lanjut Fil.

Menanggapi pernyataan Fil Pati, Bupati Sikka menerangkan bahwa kebijakan tersebut merupakan turunan dari visinya bersama Romanus ketika maju dalam Pilkada 2018 lalu.

“Program ini berangkat dari data pendidikan Kabupaten Sikka, di mana 60 % dari masyarakat Sikka yang berpendidikan terakhir Sekolah Dasar (SD),” ungkap Bupati yang akrab disapa Roby ini.

Melanjutkan penjelasan di atas, Bupati Sikka yang juga mantan Ketua DPD KNPI Sikka menegaskan, 597 calon mahasiswa telah mengajukan permohonan bantuan melalui kesra.

“Melalui pengisian formulir, pemda menerima pengajuan permohonan (bukan pendaftaran, red) bantuan beasiswa. Artinya, itu masih dalam taraf perencanaan, tetapi banyak orang yang salah mengartikan," katanya.

Menurut Bupati, bantuan beasiswa baru akan dibahas di rapat perubahan anggaran bulan Agustus mendatang, sehingga Pemda tidak mungkin mengeksekusi program ini sebelum disepakati bersama DPRD.

Alternatif Lain

Menyimak pernyataan Bupati, Presidium Pengembangan Organisasi, Rendy Stevano mengkhawatirkan bahwa program ini tidak dapat terealisasi.

“Saya kira pemda perlu menyiapkan pintu alternatif lain apabila program ini tidak dapat terealisasi di tahun anggaran 2019. Karena, jadwal akademik telah mendahului waktu pembahasan perubahan anggaran tahun 2019,” nilai Rendy.

Menjawabi pernyataan Rendy, Bupati Sikka menerangkan bahwa memang ada alternatif lain terkait jadwal akademik.

“Kami akan memanfaatkan nota kesepahaman (MoU) dengan Perguruan Tinggi terkait, sehingga para calon mahasiswa yang akan mendapat bantuan, mereka tetap harus masuk kuliah di tahun ini. Untuk urusan administrasi belakangan, nanti setelah bantuan beasiswa dianggarkan,” jelas Roby.

Sementara Ketua Presidium, Maryo Fernandes, menyampaikan bahwa PMKRI Maumere sangat mendukung kebijakan inovatif Bupati Sikka dalam membangun Kabupaten Sikka.

“Saya mewakili segenap DPC PMKRI mengucapkan apresiasi terhadap bupati yang telah melahirkan program yang sungguh sangat menyentuh kebutuhan akan pendidikan bagi kalangan bawah," kata Maryo mengapresiasi.

Maryo juga mengharapkan agar baik Pemda maupun DPRD sebagai lembaga mitra, dapat bekerjasama menyikapi hal tersebut.

"Kami juga mengharapkan agar DPRD sebagai mitra Pemda Sikka dapat bekerjasama dalam membangun Nian Tanah Sikka tercinta ini,” harap Maryo. 

--- Guche Montero

Komentar