Breaking News
  • 12 parpol lama lolos verifikasi faktual
  • 150 ton bahan narkoba asal China gagal masuk ke Indonesia
  • Eropa murka, siap jawab tantangan perang dagang Donald Trump
  • KM Pinang Jaya tenggelam di Laut Jawa akibat cuaca buruk
  • Presiden Jokowi masih pertimbangan Plt Gubernur dari Polri

REGIONAL Polda NTB Ungkap Pelaku dan Korban Perdagangan Manusia ke Turki 06 Feb 2018 19:06

Article image
Polda NTB Berhasil Menangkap Pelaku Perdagangan Manusia ke Turki (Foto: Ist)
“Kepada calon TKW dijanjikan bekerja di Turki dengan gaji Rp 4 juta per bulan, tanpa potongan. Karena percaya, para korban akhirnya bersedia diberangkatkan ke Turki. Namun, gaji itu hanya tipuan belaka,” jelas Pujawati.

MATARAM, IndonesiaSatu.co-- Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali mengungkap pelaku dan korban perdagangan manusia (human trafficking) yang diduga terlibat dalam sindikat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

“Kami terus berusaha keras membongkar jaringan perdagangan manusia ini. Sampai saat ini kami juga masih melakukan pengembangan hingga akhirnya tim penyidik Polda NTB berhasil menangkap dua pelaku (calo) berinisial SU (40), asal Dompu dan UA (45) asal Bima. Mereka berdomisili di Jakarta,” kata Kasubdit IV Direskrimun Polda NTB, AKBP I Made Pujawati, Senin (5/2/18).

Pujawati menerangkan bahwa upaya pihaknya mengungkap jaringan perdagangan manusia ini bahkan sampai ke negara Turki guna melakukan penyelidikan.

“Saya sepekan di Turki. Ternyata sangat sulit membongkar sindikat ini, karena kita harus berkoordinasi dengan aparat Kepolisian Turki. Lokasi penampungan yang kami curigai tidak dapat masuk, sulit sekali. Namun pihak KBRI bisa membantu mengatasi kesulitan kami,” tutur Pujawati.

Ia melanjutkan bahwa kedua pelaku terbukti melakukan TPPO terhadap 6 orang Tenaga Kerja Wanita ( TKW) yang akan dikirim ke Turki (Timur Tengah) dengan menjanjikan gaji yang cukup menggiurkan.

“Kepada calon TKW dijanjikan bekerja di Turki dengan gaji  Rp 4 juta per bulan, tanpa potongan. Karena percaya, para korban akhirnya bersedia diberangkatkan ke Turki. Namun, gaji itu hanya tipuan belaka,” jelas Pujawati.

Ia menceritakan bahwa kasus itu mulai terungkap dari laporan Kementerian Luar Negeri yang meminta Polda NTB untuk mengidentifikasi 6 orang TKW asal NTB yang melarikan diri dari tempat penampunganya di Turki dan kembali ke Indonesia 25 Desember 2017.

“Kami langsung melakukan pemeriksaan dokumen para korban dan 16 orang saksi. Setelah itu kami bergerak menyelidiki kasus. Saya juga langsung turun ke Turki. Dalam seminggu kami bisa tangani kasus ini dan menangkap pelaku,” ungkap Pujawati.

Ia membeberkan, pada saat digelandang, pelaku SU sedang mengenakan jilbab orange, sedangkan pelaku AU dipapah oleh petugas karena mengaku sakit. Kepada petugas yang menangkap mereka, pelaku AU mengaku aksinya merekrut warga Bima dan Dompu untuk dikirim ke Turki, belum lama. AU juga mengaku diperintah seseorang yang disebut sebagai tetangganya.

“Tumben, saya baru sekali ini saja. Hanya 10 orang yang saya kirim,” ujarnya singkat.

--- Guche Montero

Komentar