Breaking News

HUKUM Polisi Amankan Lima Ambulans Milik Dinkes DKI Pengangkut Batu dan Bensin 26 Sep 2019 10:23

Article image
Mobil ambulans milik Dinkes Pemprov DKI Jakarta diduga digunakan untuk mengangkut batu dan bensin. (Foto: Youtube
Di dalam salah satu ambulans tampak ada beberapa petugas yang mengenakan rompi merah.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co – Kasus penyalahgunaan mobil ambulans untuk kegiatan anarki seperti yang terjadi pada waktu demo menentang keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) beberapa waktu lalu kembali terjadi.

Kali ini mobil  ambulans milik Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemprov DKI Jakarta diduga digunakan untuk mengangkut batu dan bensin yang diduga untuk Molotov pada kegiatan demo di Gedung DPR.

Dikutip dari detik.com, Polisi mengamankan lima ambulans di daerah Pejompongan, Jakarta Pusat.

"Polri amankan 5 kendaraan ambulan milik Pemprov DKI Jakarta yang digunakan untuk mengangkut batu dan bensin yang diduga untuk molotov di dekat Gardu Tol Pejompongan Jl. Gatot Subroto," demikian cuit akun Twitter @TMCPoldaMetro, Kamis (26/9/2019).

Ada dua cuitan @TMCPoldaMetro yang berisikan video. Dalam video tersebut tampak personel kepolisian di sekitar ambulans-ambulans yang terparkir berdekatan.

Di dalam salah satu ambulans tampak ada beberapa petugas yang mengenakan rompi merah. Saat ini ambulans dan petugas yang ada di dalam ambulans pun ikut diamankan untuk dimintai keterangan.

"Ya diamankan di Polda Metro untuk dimintai keterangan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, saat dimintai konfirmasi, Kamis (26/9/2019).

Kepala Dinkes DKI, Widyastuti, belum merespons saat dihubungi untuk dikonfirmasi terkait peristiwa ini.

Diketahui, demo di sekitar DPR diwarnai kericuhan sejak Rabu (25/9/2019) sore. Massa pelajar yang demo di depan gerbang DPR untuk memprotes RUU KUHP.

Namun, massa melakukan pelemparan terhadap petugas kepolisian. Pagar gedung DPR pun sempat dirusak dan dibakar. Kericuhan kemudian menyebar ke beberapa titik. Beberapa fasilitas juga dirusak, termasuk Pos Polisi di Tomang.

Hingga dini hari massa terus menyerang polisi menggunakan batu maupun botol kaca. Hingga sekitar pukul 04.05 WIB, polisi dapat membubarkan massa. Sejak sore, ada ratusan massa pelajar yang diamankan petugas kepolisian.

--- Simon Leya

Komentar