Breaking News
  • Defisit Lebih Rendah Dari Proyeksi APBN-P 2017
  • Menkeu: investasi tumbuh karena kepercayaan pelaku usaha
  • Penerimaan Bea Cukai hingga November Rp130,1 triliun
  • Presiden Jokowi setuju pendiri HMI jadi Pahlawan Nasional

INTERNASIONAL Polisi Las Vegas: Paddock Berondong Penonton dari Lantai 32 Mandalay Bay 03 Oct 2017 10:58

Article image
Hotel Mandalay Bay, Las Vegas, AS. Tampak dua lubang (sisi kanan) yang dibuat oleh pelaku penembakan penonton konser. (Foto: AP/spiegel.de)
Pelaku tragedi Las Vegas, Stephen Paddock, diketahui melubangi dua jendela untuk memberondong para penonton konser dengan sejumlah senjata, di antaranya senjata otomatis.

LAS VEGAS, IndonesiaSatu.co -- Korban penembakan di arena konser musik country di Las Vegas, Minggu malam (1/10/2017) , terus bertambah. Otoritas kepolisian setempat mengatakan, aksi horor tersebut telah memakan korban jiwa sebanyak 58 orang, sedangkan korban luka-luka mencapai 500 orang.

Dilansir dari Spiegel Online, Selasa (3/10/2017), seorang saksi mata mengisahkan, rentetan tembakan pertama terdengar pada pukul 22.08 waktu setempat dan terdengar seperti suara letusan kembang api. Saat itu bintang musik country  Jason Aldean tengah beraksi di panggung. Sesaat kemudian, Aldean menghentikan aksinya dan berlari ke belakang panggung.

Jeritan dan teriakan dari massa yang panik pun terdengar di seluruh area konser.

“Rentetan tembakan terdengar tanpa henti,” ungkap saksi mata yang tak disebutkan identitasnya seperti dikutip dari Spiegel Online.

Publik AS terguncang oleh tragedi di Las Vegas dan berdoa bagi para korban. Media elektronik menyiarkan tanpa henti berbagai sisi kejadian tersebut, terutama para korban.

Aksi penembakan itu terjadi ketika sekitar 22 ribu penonton berkumpul untuk merayakan malam puncak festival musik country di kawasan hotel Mandalay Bay dan Luxor.

Pelaku penembakan, yang diidentifikasi bernama Stephen Paddock dan bermukim tak jauh dari kota Las Vegas, kemudian ditemukan tewas di hotel Mandalay Bay. Ia diduga bunuh diri setelah melancarkan aksi brutalnya.

“Ini benar-benar sebuah tragedi mengerikan. Penonton konser bertumbangan,” ujar Ivetta Saldana, jurnalis media lokal “Review Journal”, seperti dikutip dari Spiegel Online (Selasa, 3/10/2017).

Pihak kepolisian mengatakan, tembakan berasal dari lantai 32 hotel Mandalay Bay. Pelakunya, Stephen Paddock, melubangi dua jendela untuk memberondong para penonton konser dengan sejumlah senjata, di antaranya senjata otomatis.

Polisi juga menyebutkan, pria berusia 64 tahun itu juga membuat platform khusus di jendela hotel agar tembakannya terarah lebih baik. Di kamar tersebut polisi menemukan sedikitnya sepuluh pucuk senjata, termasuk senjata berat.

Presiden AS Donald Trump mengutuk keras aksi brutal Paddock. Ia menyebutnya sebagai “tindakan kejahatan mutlak”.

Jumlah korban tewas dalam penembakan di Las Vegas menjadi rekor tertinggi untuk insiden sejenis di sepanjang sejarah modern AS. Polisi AS terus berupaya mengungkap motif penembakan tersebut.

Sementara itu, organisasi teroris ISIS telah mengklaim sebagai pihak yang berada di balik penembakan di Las Vegas. Namun, klaim ISIS dibantah oleh otoritas keamanan AS. Seorang juru bicara FBI mengatakan, sejauh ini tidak ada petunjuk apa pun terkait aksi Paddock dengan jaringan teroris internasional.

--- Rikard Mosa Dhae