Breaking News
  • Banjir landa 21 kelurahan di Tebing Tinggi
  • Imigrasi Ngurah Rai beri "exit pass" seminggu bagi wisman
  • Jokowi: Kawasan GBK Harus Jadi Ruang Publik Bagi Masyarakat
  • PVMBG: gas SO2 Gunung Agung menurun
  • Sebanyak 50 ton ikan Danau Maninjau mati

INTERNASIONAL Polisi Rusia Tangkap Ratusan Demonstran Anti-Putin 09 Oct 2017 12:12

Article image
Para demonstran anti-Putin. (Foto: focus.de)
Lembaga pemantau insiden penangkapan bermotif politik Rusia OVD-Info menyebutkan, polisi membubarkan para demonstran di Saint Petersburg dengan serangkaian aksi kekerasan.

SAINT PETERSBURG, IndonesiaSatu.co -- Otoritas kepolisian Rusia menangkap dan menahan lebih dari 200 demonstran yang berunjuk rasa menentang Presiden Vladimir Putin pada hari ulang tahunnya ke-65, Sabtu (7/10/2017) lalu. Dilansir dari Spiegel Online (Senin, 9/10/2017), demonstrasi anti-Putin dilakukan secara bersamaan di 80 kota di seluruh Rusia.

Sedikitnya 66 demonstran ditangkap dan ditahan di Sankt Petersburg yang merupakan kota kelahiran Putin dan kota terbesar kedua Rusia setelah Moskow. Sedangkan jumlah demonstran yang ditangkap di berbagai kota mencapai 235 orang.

Sumber dari OVD-Info, sebuah lembaga pemantau penangkapan bermotif politik, menyebutkan, polisi membubarkan para demonstran di Sankt Petersburg dengan aksi-aksi kekerasan. Sejumlah pengunjuk rasa diseret ke kendaraan polisi. Beberapa demonstran terluka.

Unjuk rasa massal pada hari ulang tahun Putin itu digalang oleh Alexei Navalny, pemimpin oposisi yang dipenjarakan oleh rezim Putin. Navalny mendesak Putin mengundurkan diri dari pemerintahan untuk membuka peluang bagi pemimpin oposisi untuk menjadi calon presiden negara itu.

Meski telah menyatakan niatnya untuk mengikuti pemilihan presiden Rusia pada Maret 2018 untuk menggantikan Putin, upaya Navalny dinilai sulit terkait hukuman yang sedang dijalani menyusul  perkara penggelapan yang dituduhkan terhadap dirinya.

Menjelang demonstrasi Sabtu lalu, sejumlah anggota tim politik Navalny, termasuk ketua tim Polina Kostyleva, ditangkap di markas tim di Saint Petersburg.

--- Rikard Mosa Dhae