Breaking News
  • Ada 70.000 ibu hamil dan menyusui di antara pengungsi Rohingya
  • ASEAN Para Games - Doni Yulianto sumbang emas nomor kursi roda 1.500m
  • Kemenperin buka rekrutmen PNS untuk 380 formasi
  • Malaka, NTT diguncang gempa
  • Menhub: uji coba Transjabodetabek hasilnya kurang maksimal

KEAMANAN Polisi Sudah Identifikasi Pelaku Penyerangan di Pos Jaga Polda Sumut 25 Jun 2017 14:14

Article image
Suasana di Pos Penjagaan Polda Sumut pasca terjadi aksi penyerangan. (Foto: merdeka.com)
Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Utara, Komisaris Besar Polisi Rina Sari Ginting, mengatakan, penyerangan itu terjadi di pos jaga yang merupakan jalur keluar Markas Polda Sumatera Utara.

MEDAN, IndonesiaSatu.co – Kasus penyerangan kepada aparat kepolisian kembali terjadi. Kali ini penyerangan yang diduga dilakukan teroris di pos jaga Markas Polda Sumatera Utara (Sumut), Minggu (25/6/2017) mengakibatkan seorang anggota polisi bernama Ajun Inspektur Satu Polisi M Sigalingging tewas.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan, peristiwa penyerangan terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Dua pelaku penyerangan masuk ke Markas Polda Sumut dengan cara melompat pagar.

Sejauh ini, kepolisian sudah mengetahui identitas pelaku penyerangan di pos jaga Polda Sumut dini hari tadi, yaitu dua warga Medan berinisial AR (30) dan SP (47).

"Kalau yang AR itu meninggal dunia, dan SP masih kritis," kata Kadiv Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Minggu (25/6/2017).

Setyo menjelaskan, AR adalah warga di Simpang Limun, Medan. Sehari-hari, AR membuka kedai rokok di Jalan Singsingamaraja. Sedangkan SP, adalah seorang pedagang jus yang tinggal di Jalan Pelajar Ujung, Gang Kecil, Medan.Kompleks Polda Sumut memiliki tiga pos.

"Dua orang ini lompat kemudian serang di Pos 3," kata Setyo, di Mabes Polri, Jakarta, Minggu (25/6/2017).

Personel Pelayanan Markas Polda Sumut itu tewas setelah terluka tusuk di bagian pipi kanan, dagu, leher atas, dan dada kiri.

Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Komisaris Besar Polisi Rina Sari Ginting, sebagaimana dilaporkan Antara (25/6/2017) mengatakan, penyerangan itu terjadi di pos jaga yang merupakan jalur keluar Markas Polda Sumatera Utara.

Dua personel tengah berpatroli, sedangkan Sigalingging dan Brigadir Dua Polisi E Ginting berjaga di pos.

Ketika dua orang tidak dikenal itu memasuki pos penjagaan, Sigalingging sedang beristirahat di ruang jaga, sedangkan Ginting berjaga dan berjalan di depan pos penjagaan.

Kemudian, Ginting mendengar suara ribut di pos penjagaan dan melihat ada dua orang asing sudah berada di dalam kamar yang digunakan Sigalingging berisitirahat.

Setelah mengetahui ada keributan dan pelaku mengancam dengan pisau, Ginting berlari dan berteriak untuk meminta bantuan kepada anggota Satuan Brimob yang sedang patroli dan yang bertugas di Pos Jaga 2.

Anggota Satuan Brimob yang berjaga langsung menembak pelaku. Satu orang pelaku mati seketika di tempat dan satu orang lagi masih hidup.

Akibat penyerangan itu, Sigalingging tewas dengan luka tusuk di bagian pipi kanan, dagu, leher atas, dan dada kiri yang diduga akibat perkelahian dan perlawanan di pos jaga

Polisi sedang mendalami serta pengembangkan penyerangan itu.

"Pelaku diduga berafiliasi dengan ISIS," katanya.

--- Simon Leya

Komentar