Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

POLITIK Politisi Partai Golkar Sesalkan OTT Kembali Menimpa Partainya 08 Oct 2017 12:51

Article image
Anggota Komisi XI DPR-RI dari Partai Golkar, Aditya Anugrah Moha terjaring OTT KPK. (Foto: Tribunnews.com)
KPK menjaring anggota Komisi XI DPR-RI dari Partai Golkar, Aditya Anugrah Moha terkait kasus suap terhadap Ketua Pengadilan Tinggi Manado, Sudiwardono.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co - Anggota DPR RI Komisi I Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) Bobby A Rizaldi menyayangkan sejumlah operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi yang melibatkan politisi Golkar. Hal ini dikhawatirkan dapat menurunkan elektabilitas partai berlambang Pohon Beringin tersebut.

"Saya menyesalkan hal tersebut terjadi, dan berharap ini semoga tidak terulang kembali," ujar Bobby di Jakarta, Sabtu (17/10).

Bobby menyayangkan OTT terjadi menjelang tahun politik karena pasti mendapat sorotan masyarakat. OTT tersebut juga pasti mempengaruhi pandangan masyarakat terhadap partai.

"Memang di tahun-tahun politik seperti ini kerja-kerja partai untuk meningkatkan elektabilitas sangat terpengaruh oleh hal-hal yang sifatnya seperti OTT ataupun pelanggaran," kata Bobby.

Karena itu, dia berharap agar para kader Golkar dapat terhindar dari kegiatan yang mencoreng nama Partai Golkar.

Seperti diketahui, KPK menjaring anggota Komisi XI DPR-RI dari Partai Golkar, Aditya Anugrah Moha terkait kasus suap terhadap Ketua Pengadilan Tinggi Manado, Sudiwardono. Aditya terjaring operasi tangkap tangan di lobi sebuah hotel di Kawasan Pacenongan, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (6/10).

Suap diduga untuk mempengaruhi putusan banding kasus korupsi Tunjangan Pendapatan Aparat Pemerintah Desa ( TPAPD) Kabupaten Boolang Mongondow. Adapun terdakwa dalam kasus itu adalah Marlina Moha Siahaan yang merupakan mantan Bupati Boolang Mongondow periode 2006-2011.

 

--- Very Herdiman

Komentar