Breaking News

KEAMANAN Polres Depok Imbau Warga Jaga Toleransi Selama Natal dan Tahun Baru 18 Dec 2016 16:54

Article image
Kapolres Depok AKBP Herry Heryawan. (Foto: ist)
Kapolres Depok AKBP Herry Heryawan mengimbau ormas untuk tidak main hakim sendiri dengan melakukan sweeping ke toko-toko atau pusat belanja yang memakai atribut Natal.

DEPOK, IndonesiaSatu.co -- Kepolisian Resort Depok (Polres Depok) berkomitmen agar perayaan Natal dan Tahun Baru 2017 berjalan tertib, aman, dan khidmat. Karena itu,  Kapolres Depok AKBP Herry Heryawan mengimbau para tokoh agama untuk suasana kerukunan di antara warga dan pemeluk agama. Toko agama diminta untuk menciptakan iklim toleransi dan saling menghormati antarumat.

"Kami mengimbau masyarakat, melalui tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk menjaga kerukunan dan toleransi dalam kehidupan beragama di Kota Depok terutama dalam merayakan Natal dan Tahun Baru 2017," kata Herry Heryawan dalam percakapan dengan IndonesiaSatu.co, Minggu (18/12/2016) siang.

Imbauan tersebut disampaikan dalam pertemuan yang digelar pada Jumat (15/12/2016) dihadiri Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Depok. Turut hadir dalam kesempatan tersebut, di antaranya sejumlah pimpinan gereja, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan Dandim Kota Depok Letkol Slamet Supriyanto.

Polres Depok juga mengimbau para pengusaha untuk tidak memaksa karyawannya yang beragama Islam untuk mengenakan simbol-simbol dan atribut Natal. Penegasan tersebut sengaja disampaikan secara khusus sehubungan dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengharamkan pemakaian atribut Natal selama perayaan Natal bagi umat Islam. Sebelumnya, sering dijumpai diadakan perayaan Natal bersama karyawan di perusahaan-perusahaan. Dan dalam kesempatan tersebut, karyawan sering dipaksa mengenakan ataribut atau simbol-simbol Natal, seperti St  Claus.

"Kami imbau para pengusaha untuk tidak memaksakan karyawannya mengenakan atribut dan symbol-simbol Natal, karena MUI sudah melarangnya. Namun kalau karyawannya dengan sukarela dan ingin menggunakan sendiri dengan sadar atau atas kemauannya sendiri, silahkan saja sebagai bentuk penghargaan dalam rangka turut merayakan Natal," jelas Herry.

Kapolres mengimbau  ormas untuk tidak main hakim sendiri dengan melakukan sweeping ke toko-toko atau pusat belanja yang memakai atribut Natal. "Tidak boleh ada sweeping, kami akan tindak tegas bila ada ormas yang melakukan sweeping," jelasnya.

Kepada pimpinan gereja, pihak kepolisian mengimbau untuk memberikan informasi sehubungan dengan jadwal misa/ibadat agar polisi bisa memberikan pelayanan dan pengamanan yang maksimal. Di Depok ada sekitar 300 gereja dan tempat yang akan menyelenggarakan ibadah misa.

"Apabila ada partisipasi dari sesama umat beragama dalam rangka turut merayakan Natal itu adalah hak asasi yang bersangkutan, tetapi diharapkan turut menjaga iklim toleransi umat beragama di Depok yang selama ini sudah terpelihara," tandas Herry.

--- Simon Leya

Komentar