Breaking News

HUKUM Polres Sikka Tindaklanjuti Laporan Pidana Dugaan Pencemaran Nama Baik oleh Bupati Sikka 25 Aug 2019 07:16

Article image
Siflan Angi (kanan) didampingi kuasa hukumnya, Emanuel Herdiyanto saat memberikan keterangan di Polres Sikka. (Foto: SuaraSikka.com)
"Prinsipnya, saya memberikan keterangan seperti laporan saya kali lalu,” ujar Siflan.

MAUMERE, IndonesiaSatu.co-- Kepolisian Resor (Polres) Sikka mulai menindaklanjuti laporan pidana dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo terhadap anggota DPRD Sikka.

Sebagaimana dilansir SuaraSikka.com, Tim Penyidik Reskrim Polres Sikka, Kamis (22/8/19), memeriksa Siflan Angi selaku saksi pelapor selama kurang lebih 3,5 jam.

Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD Sikka itu tiba di Reskrim Polres Sikka pukul 14.10 Wita. Ia didampingi kuasa hukum, Emanuel Herdiyanto.

Siflan Angi bersama kuasa hukumnya kemudian masuk ke dalam Unit Tipikor. Keduanya diterima penyidik Bripka Fredy Abola yang juga Kanit Tipikor. Siflan Angi diperiksa di ruang kerja kanit Tipikor.

Diberitakan SuaraSikka.com, pemeriksaan berlangsung tertutup, sementara pintu ruangan Unit Tipikor dibiarkan terbuka. Tetapi pintu ruang kerja Kanit Tipikor ditutup rapat. Wartawan tidak diperbolehkan mengambil gambar saat pemeriksaan sedang berlangsung.

Pada pukul 15.57 Wita, Kasat Reskrim Polres Sikka, Heffri Dwi Irawan keluar dari ruangan kerjanya dan mendatangi tempat pemeriksaan yang hanya berjarak beberapa meter saja. Tidak diketahui apa yang dilakukan di ruang pemeriksaan.

Siflan Angi bersama kuasa hukumnya, Emanuel Herdiyanto keluar dari ruangan pemeriksaan pada pukul 17.47 Wita. Meski diperiksa selama 3,5 jam, tidak tampak wajah lelah dari anggota DPRD Sikka tiga periode itu.

Siflan tampak segar dan memberikan senyum kepada sejumlah wartawan yang sudah menunggunya di Reskrim Polres Sikka. Politisi Partai Nasdem itu langsung memberikan keterangan kepada wartawan.

Dia mengatakan telah memberikan keterangan sebagaimana laporan yang disampaikan pada pekan lalu. Siflan mengaku tidak terlalu mengingat berapa banyak pertanyaan yang diajukan penyidik kepadanya.

“Saya tidak ingat berapa pertanyaan, namun banyak. Prinsipnya, saya memberikan keterangan seperti laporan saya kali lalu,” ujar Siflan.

Siflan mengucapkan terima kasih kepada Polres Sikka yang telah menindaklanjuti laporan dugaan pencemaran nama baik tersebut.

Bersama kuasa hukumnya, Siflan mengaku akan terus mengikuti perkembangan proses tersebut. Dia pun bersedia jika penyidik memanggilnya kembali untuk memberikan keterangan tambahan.

Sementara kuasa hukum Siflan, Emanuel Herdiyanto menjelaskan bahwa kliennya telah memberikan keterangan terkait laporan seperti apa kejadiannya dan siapa yang melakukan.

Emanuel memberikan apresiasi kepada Polres Sikka yang telah menindaklanjuti laporan dengan melakukan penyelidikan dan berharap ditingkatkan sampai tingkat penyidikan.

“Ya, supaya menjadi jelas dan terang bahwa persoalan ini ada tindak pidana atau tidak. Karena pemberitaan yang terjadi selama ini bahwa klien kami dirugikan harkat dan martabat, kehormatan diri, keluarga, dan bahkan sebagai anggota Dewan,” jelas Emanuel Herdiyanto.

Hingga kini belum diketahui pertanyaan apa saja yang diajukan penyidik kepada Siflan Angi. Fredy Abola yang dimintai keterangan, langsung mengarahkan wartawan kepada Kasat Reskrim Polres Sikka. Sementara itu, Kasat Reskrim belum sempat dimintai keterangan karena yang bersangkutan lebih dahulu meninggalkan ruangan kerja.

--- Guche Montero

Komentar